CAHAYASIANG.ID, MINUT – Kabupaten Minahasa Utara dibawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati JGKWL menuju kabupaten bebas demam berdarah dan Kanker Serviks. Hal ini terlihat saat Dinas Kesehatan Minut menggelar Sosialisasi Tatalaksana Screening Kanker Serviks Dengan Metode HPV dan Pencegahan Penyakit Dengue Melalui Program Vaksinasi Demam Berdarah di Minut, Senin, (24/06/2024) di The Centra Hotel Minut.
Kegiatan ini diikuti oleh Kepala UPTD Puskesmas, tenaga kesehatan dan para hukum tua dan lurah di Minut. Sosialisasi menghadirkan narasumber, Dokter Spesialis Hesty Gesal Lestari dari RSUP Prof. Kandouw Malalayang Manado, Zulhakim dari National Key Account Manager PT Takeda Innovative Medicines(pemilik vaksin) dan dari Bio Farma.
Sekda Minut Ir. Novly Wowiling M.Si yang mewakili Bupati Minut Joune Ganda SE MM MAP M.Si membuka kegiatan sosialisasi ini.
“Melalui kegiatan ini merupakan langkah mempertajam kinerja di bidang kesehatan, dimana kinerja dan pelayanan kesehatan yang optimal menjadi prioritas utama dalam upaya menjadikan Munut bebas kasus DBD dan Seviks. Dengan adanya vaksin demam berdarah dan kanker serviks ini diharapkan dapat menekan kasus-kasus ini di Minut,” tukas Wowiling.
Terpisah, Kepala Dinas Ksehatan dr. Stela Savitri M.Kes yang diwawancarai media ini mengatakan sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada nakes Minut terkait standart pelayanan vaksin demam berdarah dan kanker serviks dengan metode baru HPV.

“Vaksin ini untuk mencegah kasus demam berdarah yang cenderung meningkat setiap tahunnya. Sosialisasi dilakukan oleh PT. Takeda dan Bio farma sebagai pemilik vaksin. Program ini didukung dengan kebijakan anggaran seperti yang diungkapkan Sekda yang hadir dan membuka acara. Dengan adanya kedua vaksin ini, Kabupaten Minahasa Utara siap menggelar vaksinasi untuk menekan kasus DBD dan kanker mulut rahim,” terang Savitri.

Lanjut dikatakan, dengan adanya vaksin ini kita dapat menurunkan, mencegah, menekan angka kasus sekaligus menekan angka kematian akibat kedua penyakit ini.
“Sasarannya adalah kepada mereka yang sudah pernah kena demam berdarah maupun yang belum pernah. Sebagai awal, kita nanti akan lebih prioritas di titik-titik mana yang banyak ditemukan kasus demam berdarah yang nantinya akan menyesuaikan dengan anggaran yang ada,” jelas Kadis yang selalu akrab dengan para jurnalis ini.
Menurut Kadis Stela, terkait vaksin kanker mulut rahim sangat penting diadakan karena penyakit ini baru terdeteksi pada stadium lanjut. Oleh karenanya pencegahan harus dilakukan sedini mungkin saat remaja putri masih usia sekolah bahkan sampai usia reproduksi.
“Sasarannya nanti di sekolah-sekolah dan akan didorong juga pada kegiatan Posyandu Remaja di desa-desa dan kelurahan. Dengan dukungan anggaran yang ada kami harapkan semua dapat tercover, sehingga kanker mulut rahim ini dapat dicegah sedini mungkin,” kata dr. Stela yang mengaku dirinya optimis kasus-kasus ini akan mengalami penurunan seperti di Provinsi dan kabupaten yang lain. Setelah diadakan vaksin, angka kasusnya langsung menurun. (Rubby Worek)






