• Advertorial
  • Editorial
  • Opini
  • Wartawan Ba Carita
Thursday, 15 January 2026
  • Login
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
Cahaya Siang
Advertisement
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
cahayasiang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Sulut
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
  • Olahraga
  • Hiburan

Beranda » Di UNTAR, Moeldoko Bicara Tantangan Indonesia Menjadi Negara Berpendapatan Tinggi

Di UNTAR, Moeldoko Bicara Tantangan Indonesia Menjadi Negara Berpendapatan Tinggi

19/03/2024
in Nasional
0
Share on FacebookShare on Twitter

CAHAYASIANG.ID, JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, menyoroti dua tantangan besar Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi atau high income country pada 2045.

Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, memberikan kuliah umum di Universitas Tarumanegara (Untar), Jakarta, Selasa (19/3).

Dalam hal ini, Dirinya menyebutkan, Kualitas sumber daya manusia (SDM) dan ketenagakerjaan.

Selanjutnya, Ia mengungkapkan, Saat ini kualitas SDM Indonesia masih jauh dari harapan. Hal itu terlihat dari capaian Indeks sumber Daya Manusia atau Human Capital Index (HCI) dan Indeks Pembangunan Manusia atau Human Development Index (HDI). Sebagai informasi, Indeks Sumber Daya Manusia (HCI) Indonesia pada 2022 berada di peringkat 96 dari 174 negara. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (HDI) pada 2023, Indonesia di rangking 114 dari 189 negara.

“Belum lagi competitiveness index kita juga masih rendah. Ini tantangan yang harus segera dijawab agar kita bisa mencapai high income country pada 2045,” tegas Moeldoko, saat memberikan kuliah umum di Universitas Tarumanegara (Untar), Selasa (19/3/2024).

Dia juga menjelaskan, Pemerintah telah menyiapkan strategi jangka panjang untuk mempersiapkan Indonesia menghadapi era bonus demografi dan disrupsi global. Yakni, dengan melakukan investasi di sektor pendidikan, pelatihan keterampilan, kesehatan, hingga menyiapkan infrastruktur inovasi.

“Contohnya di sektor pendidikan, pemerintah menggelontorkan anggaran sangat besar untuk program KIP dan KIP Kuliah. Begitu juga di sektor kesehatan ada KIS,” jelas Moeldoko.

Panglima TNI 2013-2015 tersebut kemudian menyinggung persoalan ketenagakerjaan.

Menurutnya, Saat ini ketenagakerjaan di Indonesia dihadapkan pada dua masalah. Yakni, tingginya kaum muda (usia 15-24 tahun) yang tidak sedang menempuh pendidikan, bekerja, atau mengikuti pelatihan (23,22% pada 2022), dan ketidaksesuaian keterampilan (skills mismatch) antara kebutuhan pasar dengan tenaga kerja.

Ketidaksesuaian keterampilan antara kebutuhan pasar dengan tenaga kerja, sambung Moeldoko, menyebabkan tingkat pengangguran pada lulusan SMA dan Diploma masih tinggi.

“Bahkan 5,59% lulusan perguruan tinggi nganggur,” ucap Moeldoko.

Sementara itu, Purnawirawan Jenderal ini menyinggung mengenai produktivitas tenaga kerja merupakan salah satu kunci untuk Indonesia Emas 2045. Untuk itu, pemerintah telah melakukan percepatan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi, penguatan pelatihan reskilling dan upskilling, serta integrasi softskills bagi angkatan kerja untuk mengantisipasi disrupsi.

“Salah satu implementasinya yakni melalui program kartu prakerja,” tandas Moeldoko.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum HKTI ini menegaskan, Presiden Joko Widodo telah membangun fondasi dan peta jalan untuk membawa Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2045. Pertama pembangunan sumber daya manusia. Kedua, melanjutkan pembangunan infrastruktur. Ketiga, reformasi regulasi melalui Undang-Undang Cipta Kerja. Keempat, reformasi birokrasi, dan kelima, transformasi ekonomi melalui hilirisasi.

“Lima arahan Presiden Jokowi ini menjadi fondasi untuk membawa Indonesia keluar dari middle income trap pada 2036. Jangan sampai nasib kita sama dengan Brasil, Mexico, dan Argentina yang tidak mampu keluar dari middle income trap. Jangan sampai, jangan sampai,” seru Moeldoko. (***)

Post Views: 2,012
Bagikan ini :
Previous Post

Kaban BPBD Ungkap Alasan Belum Terealisasinya Pembangunan Pasca Bencana Sangihe Tahun 2021

Next Post

Berbagai Terobosan ODSK Diungkap Steven Kandouw Saat Jadi Pembicara di FEB Unsrat

Next Post

Berbagai Terobosan ODSK Diungkap Steven Kandouw Saat Jadi Pembicara di FEB Unsrat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ADVERTISEMENT

Alamat Kantor :

Jl. Politeknik, Kelurahan Kairagi II,
Kecamatan Mapanget, Kota Manado,
Sulawesi Utara

No. Telp :
(0431) 7246837 (Kantor)
0882022399555 (Mobile)

  • About Us
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In