CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Saat bertemu prajurit TNI AD di Kesatrian Yonif Raider 700/Wira Yudha Cakti, Kodam XIV/Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, (1/6/2023), Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengatakan, bakal mendorong renumerasi dan ULP bagi prajurit TNI.

Lulusan terbaik Akmil 1981 dari kecabangan infanteri itu menegaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki komitmen kuat terhadap peningkatan kesejahteraan prajurit TNI.
“Mengapa? Karena negara betul-betul memerlukan kalian untuk menjaga keutuhan NKRI,” ujar Moeldoko.
Panglima TNI 2013-2015 tersebut menuturkan, Saya akan dorong ke kementrian dan lembaga termasuk ke Presiden.
“Prajurit tetap netral pada pemilu 2024, dan mampu menjaga demokrasi dengan baik. Ruang TNI tidak luas dalam menjaga demokrasi. Sebab, di sisi lain anggota TNI juga berkewajiban menjaga stabilitas,” jelas Moeldoko.
Selain itu, menurut Moeldoko, Kita harus bisa menyeimbangkan stabilitas dan demokrasi untuk bisa tetap tumbuh dengan baik. Jadi siapkan diri kalian untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya.
TERIMA LAPORAN KESEJAHTERAAN PRAJURIT TNI, TUNJANGAN KINERJA SEBESAR 75 PERSEN
Pada pertemuan itu, Moeldoko yang didampingi Deputi II KSP Abtenego Tarigan dan Tenaga Ahli Utama KSP Brigjen TNI (Purn) Noch Tiranduk Mallisa, menerima laporan terkait kesejahteraan prajurit TNI.
Di mana, sejak 1 Januari 2018 masih belum ada renumerasi dan ULP. Padahal saat ini, harga-harga kebutuhan pokok naik.
Menurut laporan yang didisampaikan, kepada Moeldoko, saat ini kesejahteraan tunjangan kinerja prajurit TNI sebesar 75 persen.
Riciannya, Prajurit dengan pangkat terendah mendapat tunjangan kinerja sebesar 2.089.000 rupiah, dengan gaji sebesar Rp 1.680.000 rupiah.
Sedangkan ULP yang diterima 60.000 rupiah per hari.
FLASHBACK PENUGASAN SETELAH LULUS AKMIL 1981
Kesatrian Yonif Raider 700/Wira Yudha Cakti, Kodam XIV/Hasanuddin, Makassar, merupakan tempat pertama kali Moeldoko ditugaskan setelah lulus dari Akademi Militer (Akmil) pada 1981.
Di markas pasukan elit infanteri raider TNI AD itu, Moeldoko memulai kepangkatan dari Letnan Dua hingga Kapten.
“Di sini saya banyak belajar dari komandan-komandan saya tentang kepemimpinan. Di sini juga saya menggambar garis hidup saya,” kenangnya.
Pada kunjungannya, Moeldoko juga menyempatkan diri menengok rumah dinas yang dulu ditinggalinya.
“Kayu kusennya kayaknya masih sama,” ucapnya. (Dego)






