CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Pada channel youtube Kamu Hebat dari Pendeta Gilbert Lumoindong yang diunggah, Kamis (15/6/2023), Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, selalu berpikir positif dan produktif.

Panglima TNI Periode 2013-2015 tersebut menjelaskan yang dimaksud selalu berpikir dan produktif, Berpikir positif itu, melihat sesuatu itu jangan hanya negatif, kebanyakan dari kita itu muncul dengan negatif thinking sehingga menjadi tidak produktif.
“Siapapun yang buru-buru berpikir negatif pasti tidak produktif, tapi kalau kota berpikir positif. Maka kita akan mengeksplorasi lebih dalam lagi ada value-value yang bisa kita tingkatkan menjadi bernilai,” kata Moeldoko.
Pendeta Gilbert Lumoindong bertanya, Indonesia ini salah satunya adalh orang atau bangsa yang banyak sekali berpikirnya negatif, misalnya ah sudah kita orang miskin, orang susah, jangan mikir terlalu panjang, bagaimana menurut Jenderal?
“Begini saya juga lahir di lingkungan itu, saya lahir disebuah kampung, jalan raya belum ada, listrik belum ada, mobil itu? Begitu ada mobil lewat kita lari kejalan untuk mencium bekas ban nya. Karena ada bau bensin nya kan, begitu,” jawab Moeldoko.
Ia mengatakan, Saya berpikir pada waktu itu, kalau saya tidak keluar dari lingkungan ini, maka saya akan menikmati kemiskinan. Maka saya selalu berbicara dimanapun, saya sudah bosan dengan kemiskinan.
“Maka saya punya tekas yang kuat, saya harus keluar, dari lingkungan saya. Ya memang saat itu waktu ada Taruna yang lewat kampung saya, dan itulah mengisnpirasi saya untuk menginginkan seperti dia, dan saya sampaikan, ke ibu saya. Saya pengen seperti dia,” ucap Moeldoko.
Sambung Kepala Staf Kepresidenan itu mengenang pertanyaan Sang Ibu, yakni Opo Iku Iso To Le?
“Tapi itu menjadi tantangan buat saya, bukan pesimisme. Ini tantangan buat saya, pasti dibalik itu ada sebuah Doa dari orang tua, hanya orang tua memahami kondisinya seperti apa waktu itu, Saya selalu berpikir, bagaimana selalu menjadi sesuatu,” ungkap Moeldoko.
TEMA HUT RI KE-78: TERUS MELAJU UNTUK INDONESIA MAJU
Sementara itu, Pendeta Gilbert Lumoindong kembali bertanya, Jenderal Kita sebentar lagi akan masuk pada HUT RI Ke-78, sudah sebentar lagi tahun emas yang ke-78 ini, Apa Tema nya Jenderal?
“Terus Melaju Untuk Indonesia Maju, maknanya Apa? Bahwa Presiden punya imajinasi bagaimana sebuah Indonesia maju, Ada lima itu ya,” sebut Moeldoko.
Setelah itu, Kepala Staf Kepresidenan ketiga di era Presiden Jokowi mengejahwantahkan maksudnya, yakni:
- Indonesia yang tidak ada satu warganya pun tertinggal
- Indonesia yang demokratis, yang bisa dinikmati semua warganya, bisa menikmati hasil dari sebuah negara ini
- Indonesia Negara Hukum, dimana warganya diperlakukan sama, tidak lagi mengenal istilah tajam kebawah tumpul keatas
- Indonesia yang bisa memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi, yang sebanding dengan negara-negara maju
- Indonesia yang bisa bertahan, bisa mempertahankan dirinya di lingkungan dunia yang kompetitif
(Dego)






