CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Sekjen DPP Partai Demokrat hasil KLB Deli Serdang Johnny Allen Marbun di podcast youtube Mind TV, pada channel Political Update Eko Kuntadhi, Dia menjelaskan mengenai PK pihak mereka di Mahkamah Agung (MA).

“Jadi begini, saya sih tidak orang hukum ya? tapi saya ingin kutip perkembangannya. Bahwa pertama kali, kita mulai dari proses tingkat bawah Pengadilan Negeri Tinggi, tidak disebut ditolak atau kalah, tapi NO. NO itu Tidak di acarakan, ini urusan partai,” ujar Johnny Allen Marbun, dikutip Sabtu (10/6/2023).
Menyentil Denny Indrayana yang sering kali melontarkan opini bombastis dari Negeri Kanguru (Australia), Johnny Allen Marbun mengatakan, Denny Indrayana ini orang hukum, tapi tidak bicara hukum.
“Denny Indrayana ini orang hukum, tapi tidak bicara hukum. Malah saya tanya udah baca belum anggaran dasar/anggaran rumah tangga nya? yang dimanipulasi, yang direkayasa pada kongres 2020,” ucap dia bernada heran.
Kemudian Johnny Allen Marbun mengutip pernyataan Denny Indrayana di salah satu Stasiun TV Nasional saat berdebat dengan dirinya.
“Saya tidak mau tahu anggaran dasar/anggaran rumah tangga,” kata Denny Indrayana saat debat bersama Johnny Allen Marbun di Stasiun TV Nasional beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan, Denny Indrayana inikan orang hukum, dan ahli hukum tatanegara inikan memalukan.
“Soal Novum pengacaralah yang mengetahui itu, dan hakimlah yang menutuskan itu. Novum atau bukan? nda ada hak kita menentukan itu, seperi apa yang dikatakan mereka (AHY dan Anak Buahnya),” tegasnya.
SOAL INTERVENSI KEKUASAAN JOHNNY ALLEN MARBUN TEGASKAN TIDAK ADA
“Ngak Ada yang dituduh oleh Denny Indrayanan mengenai intervensi kekuasaan. Kalau ada intervensi kenapa ngak dari awal hasil kongres? kongresnya jelas memenuhi kriteria dan syarat, dibanding kongres AHY yang di manupulasi,” ungkap Sekjen DPP Partai Demokrat hasil KLB Deli Serdang tersebut.
Johhny Allen Marbun menuturkan beberapa hal, Tidak ada tata cara pemilihan, Tidak ada proses pemilihan, Tidak ada, Ngak ada.
“Langsung katakanlah pembukaan oleh Ketua Umum, Jaman itu adalah Sby, Istirahat. Sby menyuruh keluar peserta kongres yang tidak memiliki hak suara termasuk saya dan Pak Budi, padahal peserta kongres,” bebernya.
Sambung Johnny Allen Marbun, Nah rupanya, langsung yel-yel kemudian AHY jadi Ketua Umum, Rekayasa, Manipulasi, yang mereka sebut Aklamasi, tata tertib saja tidak ada, langsung ketok.
SBY MASUK DEMOKRAT 2003 SETELAH LOLOS VERIFIKASI KPU
“Dari Mana Partai Warisan? Sby itu bukan pendiri, Sby itu menggunakan Demokrat. Kalau tidak ada Demokrat jaman itu mungkin tidak ada yang mencalonkan Sby sebagai Presiden,” semprot Johnny Allen Marbun.
Sekjen Partai Demokrat hasil KLB Deli Serdang itupun mengatakan, Tetapi Demokrat juga besar karena Sby, jadi istilah saya Simbiosis Mutualistis pada saat 2004-2009.
“Dan Sby diundang beberapa kali saat verifikasi berkas, nda pernah datang. Malah datang di Partainya Andi Malarangeng yang tidak lolos itu,” pukasnya.
Setelah lulus verifikasi KPU barulah Sby datang, tambah Johnny Allen Marbun, Saya ketua Panitianya waktu di Bogor, Baru dibilang saya (Sby) ingin masuk, baru masuk 2003. (Dego)






