CAHAYASIANG.ID, TOMOHON- Perseteruan Pemerintah Tomohon vs Demonstran Kayawu terkait pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih (KMP) diatas lapangan Bola belum jelas ujungnya. Karena itu, warga yang bersatu dalam Forum Masyarakat Peduli Kayawu (FMPK), berencana menggelar Demonstrasi jilid 2 pada Senin (27/04/2026). “Akan kembali menggelar Demo pada Senin. Ya, karena pemerintah masih diam,” ungkap Ketua FMPK John G.
Tampaty. Tekhnisnya dijelaskan oleh Sekretaris FMPK Alexander Seke. “Rutenya, singgah di Kantor Camat Tomohon Utara. Seterusnya berkonvoi menuju Kantor Walikota. Selesai disana, lanjut ke kantor DPRD Tomohon,” kata Seke. Pihaknya meminta kepada peserta demo untuk menjaga ketertiban dan keamanan. “Kami akan kedepankan sikap baik agar tidak mengganggu warga lain,” tegas Seke. Materi Demo Damai, Seke menjelaskan, adalah, kembali menyuarakan dukungan penuh atas keberadaan KMP.
Selanjutnya, menolak bangunan Gerai KMP di lapangan Bola, menolak hibah lapangan pada Pemkot Tomohon, dan meminta pemerintah segera memindahkan bangunan Gerai KMP di lokasi lain. Diketahui, pada 30 Maret 2026, ribuan warga menggelar aksi Damai menolak pembangunan Gerai KMP yang dipaksakan oleh pemerintah, dibangun di lapangan hasil jerih lelah warga, dan hibah mantan Kumtua HWS. Saat itu telah disepakatu untuk menggelar pertemuan antara warga dan Pemkot Tomohon di Kayawu.
Sayang, rencana itu gagal, karena Camat Tomohon Utara Rickyanto Supit mengubah tempat secara sepihak. Dalam surat undangan, sang camat menetapkan Aula Kantor Camat di Kakaskasen, sebagai tempat pertemuan pada Jumat (18/04/2026). Karena Camat ingkar janji, FMPK tidak mau menghadirinya. Sayang walikota Tomohon belum ada sinyal untuk menyelesaikan masalah ini. (RED-CS)





