
CAHAYASIANG.ID, Manado — Delegasi dari Bank KfW (Kreditanstalt für Wiederaufbau) Jerman dan Uni Eropa, melakukan kunjungan lapangan ke Provinsi Sulawesi Utara pada 16–17 Juli 2026.
Adapun kehadiran delegasi Uni Eropa yang terdiri dari Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia beserta para duta besar juga pejabat tinggi dari negara-negara anggota Uni Eropa ini, bertujuan untuk meninjau langsung implementasi program “Keanekaragaman Hayati Laut dan Dukungan Perikanan Pesisir di Segitiga Terumbu Karang”.
Program ini merupakan kerja sama antara Uni Eropa, Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), KfW German Development Bank, serta Wildlife Conservation Society Indonesia Programme (WCS-IP), yang dilaksanakan di Sulawesi Utara dan Maluku Utara
berfokus pada penguatan tata kelola kawasan konservasi daratan dan laut, serta peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat di wilayah prioritas Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Kerja Sama Erat Pemerintah dan WCS
Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE, Nandang Prihadi, menyampaikan bahwa Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian Kehutanan telah menjalin kerja sama yang erat dengan WCS dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi di berbagai wilayah Indonesia.
“Salah satu lokasi kerja sama tersebut berada di Sulawesi Utara. Kawasan ini menjadi salah satu wilayah strategis dalam kemitraan kami bersama WCS dan para mitra pembangunan, yang akan kita kunjungi bersama selama dua hari,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikannya, Kementerian Kehutanan bersama WCS saat ini tengah menjajaki pengembangan biodiversity credit serta National Parks Bond yang mengacu pada praktik baik Rhino Bond sebagai salah satu alternatif pembiayaan konservasi yang berkelanjutan.
Nandang menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, WCS, Uni Eropa, KfW German Development Bank, serta seluruh mitra yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Ia berharap, kunjungan lapangan ini menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama internasional sekaligus memperlihatkan praktik-praktik terbaik pengelolaan kawasan konservasi dan pemberdayaan masyarakat di Sulawesi Utara.
Capaian Nyata Program Konservasi
Sementara itu, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, menyampaikan bahwa sejak tahun 2019, program yang didukung Uni Eropa tersebut telah menghasilkan berbagai capaian nyata di bidang konservasi, perikanan berkelanjutan, penguatan kelembagaan masyarakat, hingga pengembangan ekonomi lokal berbasis konservasi.
“Di bidang konservasi, program ini telah mendukung pembentukan dan penguatan sembilan kawasan konservasi perairan dengan total luasan lebih dari 781 ribu hektare di Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Kawasan tersebut melindungi lebih dari 14 ribu hektare terumbu karang, sekitar 6 ribu hektare mangrove, serta sekitar 5 ribu hektare padang lamun yang menjadi habitat penting bagi berbagai spesies laut,” kata Denis. (*/ak)


