• Advertorial
  • Editorial
  • Opini
  • Wartawan Ba Carita
Selasa, 28 Juli 2026
  • Login
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
Cahaya Siang
Advertisement
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
cahayasiang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Sulut
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
  • Olahraga
  • Hiburan

Beranda » Delapan Polisi Narkoba Ditangkap! Rakyat Mau Percaya Siapa Lagi?

Delapan Polisi Narkoba Ditangkap! Rakyat Mau Percaya Siapa Lagi?

28/07/2026
in Nasional
0
Share on FacebookShare on Twitter

 CAHAYASIANG.ID, JAKARTA – ‎Lagi-lagi oknum, tapi oknum kok ramai. Kelakuan oknum polisi narkoba tak ada berubah. Disuruh berantas, ia malah main. Memang sialan. Simak narasinya sambil seruput Kopi tubruk.
‎
‎Ada kalimat terus bergema di warung kopi. Kalimat yang sebenarnya menyakitkan, tetapi selalu hidup setiap kali kasus seperti ini muncul.
‎
‎”Narkoba tidak akan pernah habis kalau masih ada polisi yang ikut bermain.”
‎
‎Kalimat itu memang tidak adil bagi ribuan polisi jujur. Namun, bagaimana rakyat diminta percaya jika yang ditangkap justru pemburu narkoba itu sendiri?
‎
‎Senin, 27 Juli 2026, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri melalui Tim Gabungan Subdirektorat IV dan Satuan Tugas Narcotic Investigation Center dipimpin Kombes Handik Zusen dan Kombes Kevin Leleury beraksi.

Mereka menangkap Kasat Resnarkoba Polres Tangerang Selatan AKP Pardiman bersama enam anggota Satresnarkoba Polres Tangerang Selatan dan seorang anggota Polda Aceh. Total delapan polisi diamankan. Delapan oknum jahanam, wak.
‎
‎Dugaan yang disematkan bukan kelas ecek-ecek. Peredaran gelap narkoba. Penyalahgunaan etomidate. Penyalahgunaan wewenang dalam penegakan hukum. Dugaan pemerasan.
‎
‎Ini bukan sekadar kabar buruk. Ini tamparan keras di wajah hukum. Seperti melumuri taik sapi ke muka.
‎
‎Bagaimana mungkin orang yang diberi senjata untuk memburu bandar justru duduk di meja yang sama? Ibarat petugas pemadam kebakaran diam-diam membawa jeriken bensin ke tengah kobaran api. Ibarat dokter menjual racun sambil mengenakan jas putih. Seragam seharusnya menjadi simbol perlindungan berubah menjadi sumber kecurigaan.
‎
‎Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso membenarkan penangkapan tersebut. Kasubdit IV Kombes Handi Zusen menjelaskan dugaan peran mereka sebagai pemakai atau pembeli, memberikan etomidate kepada sesama anggota, hingga melakukan pemerasan. Enam anggota, termasuk AKP Pardiman, telah diserahkan ke Subdit Paminal Polda Metro Jaya sejak Sabtu, 25 Juli 2026. Sementara penyidikan pidana masih terus berjalan.
‎
‎Yang membuat hati rakyat semakin mendidih, AKP Pardiman bukan polisi kemarin sore. Ternyata Ia pernah bertugas di sejumlah polsek, di Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, lalu dipercaya menjadi Kasat Resnarkoba Polres Tangerang Selatan pada November 2024. Selama menjabat, ia dikenal aktif mengedukasi bahaya narkoba dan pernah mengungkap 13 kasus dengan 18 tersangka. Barang bukti yang diamankan mencapai 30.906 butir obat daftar G, 144,05 gram sabu, 7.978,65 gram ganja, dan 204 butir ekstasi.
‎
‎Lalu publik bertanya dengan nada getir, siapa sebenarnya yang sedang memburu, dan siapa yang sedang bermain?
‎
‎Ironi ini semakin menyayat hati ketika mengingat tiga polisi gugur di Katingan, Kalimantan Tengah. Kamis dini hari, 2 Juli 2026, Aipda Yudhi Perdana Putra, Aiptu Sumariyanto, dan Bripda Nopandri Ramadhan tewas saat menggerebek bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei.
‎
‎Mereka pulang dibungkus bendera Merah Putih. Mereka menyerahkan nyawa agar negeri ini bersih dari narkoba.
‎
‎Namun di tempat lain, ada oknum justru menjadikan jabatan sebagai jalan masuk ke lingkaran yang sama. Satu kelompok mempertaruhkan nyawa. Kelompok lain diduga mempertaruhkan kehormatan institusi demi kenikmatan dan keuntungan haram.
‎
‎Inilah ironi yang membuat rakyat geram dan marah. Pengorbanan para pahlawan itu terasa seperti dirobek dari dalam tubuh institusi sendiri.
‎
‎Brigjen Eko Hadi Santoso menegaskan, Polri tidak akan pandang bulu dan akan membersihkan anggotanya sendiri. Komitmen itu patut diapresiasi. Namun rakyat tidak lagi membutuhkan pidato indah. Rakyat membutuhkan tindakan membuat bandar narkoba gemetar, bukan justru tersenyum karena memiliki “teman” berseragam.
‎
‎Sebab bila benteng terakhir hukum mulai retak, yang runtuh bukan hanya tembok kepercayaan, melainkan harapan jutaan rakyat. Bila masih ada aparat berkhianat kepada sumpahnya, jangan salahkan masyarakat jika terus bertanya dengan kemarahan mendidih, sebenarnya, siapa sedang memerangi narkoba, dan siapa yang sedang melindunginya? (*Anton)

Post Views: 432
Bagikan ini :
Previous Post

PNM Manado Beri Pelatihan Batik Tulis Bagi Disabilitas SLB YPAC Manado

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Alamat Kantor :

Jl. Politeknik, Kelurahan Kairagi II,
Kecamatan Mapanget, Kota Manado,
Sulawesi Utara

No. Telp :
(0431) 7246837 (Kantor)
0882022399555 (Mobile)

  • About Us
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In