CAHAYASIANG.ID, TOMOHON- Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 yang puncaknya terjadi pada pencoblosan tanggal 14 Februari menyisakan sejumlah catatan menarik dan torehan rekor baru dalam dokumen perpolitikan Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara.

Seperti, berubahnya jumlah kursi DPRD Tomohon yang sebelumnya hanya 20, dan diperiode 2024-2029 menjadi 25 kursi. Paling disorot adalah patahnya dominasi dan rekor yahud Partai Golkar yang diukir pada Pemilu 2019.
Partai Golkar Tomohon yang kala itu di nakhodai oleh Jimmy Eman, SE sukses memborong 10 kursi atau 50 %. Faktanya, rekor itu cuma bertahan 1 periode, karena pada 14 Pebruari lalu, para Caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) besutan Carol Joram Azaria Senduk, SH, diluar dugaan mampu memborong 15 dari total 25 kursi, atau lebih dari 60 %.
Tak kalah menarik adalah kemunculan 17 wajah baru yang sukses mendorong 12 politisi beken kejurang kegagalan. Praktis hanya ada 8 anggota DPRD (Petahana) yang bertahan. Itupun, 3 diantaranya harus menggunakan taktik “tiki taka” politik, atau pindah partai, alias “merapartai”.
Istimewanya, diantara 8 petahana yang tersisa, dua diantaranya adalah Pimpinan DPRD saat ini, yaitu Ketua DPRD Djemmy J. Sundah, SE dan Wakil Ketua 1 DPRD Drs. Johny Runtuwene, MAP (JohnRu). Enam lainnya yang bertahan adalah Donald Pondaag (Partai Golkar), Toar Polakitan (Partai Golkar), Noldie Lengkong (PDIP), James E. Kojongian (Golkar “merapartai” ke- PDIP), Santy Maria Runtu (Gerindra “merapartai” ke-PDIP) dan Mono Turang (Gerindra “merapartai”ke-PDIP).
Terkait ini, sejumlah pengamat politik sependapat dengan perubahan era dan warna pimpinan Dewan Tomohon.
“Dengan 7 kursi, Golkar harus rela jadi wakil ketua Satu. Pak Sundah yang sekarang ketua, kemungkinan sweet dengan pak JohnRu yang berpeluang besar dipilih partainya untuk mengisi posisi Ketua DPRD Tomohon,” ungkap pengamat Politik Drs. Johnly Manopo. (Joppy WKR)






