
CAHAYASIANG.ID, Sulut – Debat publik ketiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) 2024, yang digelar di Grand Kawanua Hotel pada Selasa, (12 /11/2024), berlangsung dengan sukses dan penuh antusiasme. Setiap pasangan calon memaparkan visi dan komitmennya dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Yulius Selvanus dan Victor Mailangkay: Pemerintahan Bersih Tanpa KKN
Dalam debat tersebut, pasangan calon nomor urut 1, Yulius Selvanus dan Victor Mailangkay, menegaskan komitmennya untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Yulius Selvanus menekankan bahwa penegakan aturan perundang-undangan akan menjadi prioritas utama, dengan mempertegas fungsi kontrol terhadap seluruh aparat pemerintah.
“Aturan pasti kami tegakkan dengan tegas, dan yang paling penting, kami akan melibatkan masyarakat dalam pengawasan. Masyarakat adalah bagian penting dari kontrol sosial yang akan menjaga pemerintah dari praktek-praktek KKN,” kata Yulius.
Elly Lasut dan Hanny Joost Pajouw: Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel
Pasangan calon nomor urut 2, Elly Lasut dan Hanny Joost Pajouw, juga mengemukakan komitmennya untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel. Elly Lasut menekankan pentingnya evaluasi kinerja dan sistem akuntabilitas yang transparan.
“Kita wajib melakukan evaluasi kinerja secara terukur. Dengan sistem akuntabilitas yang baik, kita bisa memastikan bahwa kebijakan yang diambil tepat sasaran dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujar Elly. Ia optimis bahwa dengan kontrol yang baik terhadap akuntabilitas, pemerintahan akan berjalan lebih bersih dan efektif.
Steven Kandouw dan Denny Tuejeh: Sinergitas Pemerintah Pusat dan Daerah
Pasangan calon nomor urut 3, Steven Kandouw dan Denny Tuejeh, mengangkat topik sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah. Denny Tuejeh menegaskan bahwa sinergitas yang kuat antara kedua pemerintahan tersebut sangat penting untuk mewujudkan pembangunan yang merata di seluruh wilayah.
“Sinergitas bukan soal satu partai, tetapi soal kerja sama yang tertata dengan baik sesuai aturan yang ada. Sejak dulu, hubungan antara pemerintah pusat dan provinsi berjalan dengan baik, dan jika kami terpilih, hubungan itu akan kami sempurnakan hingga ke tingkat kabupaten dan kota,” kata Denny.
Debat yang Mencerahkan

Debat ini memberikan gambaran jelas tentang visi dan program masing-masing pasangan calon, serta solusi konkret yang mereka tawarkan untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan di Sulut. Masing-masing pasangan memiliki pendekatan yang berbeda namun dengan tujuan yang sama: mewujudkan pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan mampu membawa kemajuan bagi masyarakat Sulawesi Utara.(*Ivan)






