CAHAYASIANG.ID, Sangihe – Demam Berdarah Dengue (DBD) saat ini menjadi momok yang menakutkan. Informasi dari Kadis Kesehatan Daerah Sangihe dr Handry Pasandaran, bahwa saat ini DBD terjadi di seluruh Sangihe. Kendatipun demikian sudah ada Upaya dari Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) untuk menekan lonjakan Wabah ini.

Lewat Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Noortje A. Kaemba saat di hubungi lewat Celluler pada Selasa (06/02/24), mendapatkan informasi terkait dengan Surat Edaran yang di sampaikan kepada Masyarakat lewat Puskesmas dan Pemerintah setempat.
Lewat surat edaran tersebut menyebutkan hal – hal yang harus di perhatikan untuk menekan lonjakan perkembangan wabah ini adalah,
1. Gerakan 3M Plus
Yaitu Menguras, Menutup dan Memanfaatkan atau Mendaur Ulang barang bekas serta mencegah gigitan nyamuk dengan penggunaan cairan anti nyamuk oles atau spray memberantas jentik nyamuk dengan Larvasida di genangan air serta memasang perangkap larva nyamuk dan menanam tanaman pengusir nyamuk.
2. Gerakan 1 rumah 1 juru pantau jentik.
Yaitu mendorong peran anggota keluarga sebagai juru pemantau jentik di rumah, serta mendorong masyarakat melakukan pemantauan di lingkungan perkantoran, sekolah serta tempat – tempat umum.
Data yang diberikan dr. Aprikonus Loris, Direktur Rumah Sakit Daerah Liun Kendage (RSDLK) Tahuna, pada Januari 2024 terdapat 23 kasus DBD.
“Untuk kasus bulan Januari, rinciannya 14 kasus anak dan 9 kasus dewasa, dimana ada satu kasus yang menyebabkan kematian,” sebut Loris
Sementara, untuk bulan Februari, hingga saat ini sudah ada tiga kasus yang semuanya terjadi pada pasien dewasa.
Ditambahkannya, fogging bukan menjadi solusi untuk penanganan DBD, karna yang menjadi sumber masalah pertumbuhan nyamuk aedes aegypti yakni faktor kebersihan lingkungan.
“Yang perlu diberantas adalah sarang atau wadah nyamuk berkembang. Nyamuk ini tempat perindukannya pada air yang tergenang atau yang ditampung. Disana jentiknya hidup lalu bertumbuh jadi dewasa lantas menularkan virus,” pungkasnya. (*Anto)






