CAHAYASIANG.ID,Jakarta – Ketua DPC Projo Kota Solo, Tego Widarti menilai kinerja Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo selama 2 Periode Belum Maksimal.

“Sosok Ganjar nampaknya masih belum terlalu kuat di Jawa Tengah, untuk kontestasi Pilpres 2024,” nilainya. Rabu, (22/3/2023).
Dirinya memandang, Itu tidak lepas dari hasil Musyawarah Rakyat (Musra) XVII Jawa Tengah yang melibatkan kelompok relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Dengan persentase segitu buat kami belum maksimal pak Ganjar, yang punya Jawa Tengah (Gubernur), perolehan dengan persentase segitu menurut saya belum memuaskan,” ucapnya melihat realita yang terjadi.
Lanjut, Ketua Projo Solo tersebut, Unggul tipisnya Ganjar dalam hasil Musra XVII itu, disebabkan karena kinerja kader PDI Perjuangan tersebut yang masih belum maksimal.
“Kemungkinan bisa dari berbagai analisa. Kemungkinan kinerja beliau di Jawa Tengah, belum maksimal juga bisa,” sambungnya.
Ketua DPC Projo Kota Solo ini juga menambahkan, Kita memberikan dukungan melihat hasil kinerja, tidak hanya sekedar euforia, kita harus melihat dulu kinerja kayak apa hasilnya kayak apa.
Sebagai tambahan refrensi kepada pembaca, Para kelompok relawan Jokowi, seperti diketahui bersama, sempat melakukan Musra di Semarang, Sabtu (4/2) beberapa waktu lalu.
Dimana hasilnya, nama Ganjar muncul yang teratas dengan torehan 32,13 persen dalam musra itu, dan hanya unggul kurang lebih 1,07 persen dengan Prabowo Subianto yang berada di peringkat kedua.
Kemudian, di urutan ketiga ada nama Moeldoko dengan torehan 13,86 persen, dan seterusnya.
Catatan, kenapa Musra (Musyawarah Rakyat) menjadi parameter yang digunakan? karena tingkat kepuasan masyarakat kepada Jokowi masih sangat tinggi menjelang akhir masa jabatan beliau.
Setelah itu, ada perihal menarik terkait kejadian di Surabaya Jawa Timur, dimana salah satu Calon Presiden penghuni tiga besar pada berbagai lembaga survei, realitanya acara itu sepi peminat dan terlihat hanya panitia, serta anggota partai politik saja yang hadir.
Notabenenya, Surabaya merupakan Ibukota Provinsi Jawa Timur yang pada kenyataan secara metologi punya tarikan sample yang cukup besar, karena berpenduduk sangat banyak.
Secara ril, databese kependudukan Jawa Timur itu super besar karena berada pada angka diatas 30 Juta Jiwa, maka silakan gunakan nalar kita sebagai pembanding. (*Dego)






