CAHAYASIANG.ID, Sangihe – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Tahuna, Kolonel Laut (P) Hadi Subandi, M.Tr., Hanla, CRMP, menegaskan kesiapan Lanal Tahuna dalam menyongsong perayaan Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026 (Nataru), dengan fokus utama pada pengamanan perairan serta kelancaran arus mudik dan balik transportasi laut di wilayah Kepulauan Sangihe.
Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya pengguna jasa transportasi laut, Lanal Tahuna telah menyiapkan berbagai langkah strategis. Salah satunya dengan menyiagakan personel dan memperkuat pengamanan pada objek-objek vital, terutama yang berada di wilayah pesisir.
Danlanal Tahuna menyampaikan bahwa pihaknya juga mendukung penuh pelaksanaan Operasi Lilin yang digelar oleh Polri, sebagai bentuk sinergitas TNI–Polri dalam menjaga stabilitas keamanan selama momentum Nataru.
“Penjagaan dilakukan secara terpadu di bandara, pelabuhan penumpang, jalur transportasi laut, serta gereja dan pusat-pusat keramaian yang berada di wilayah pesisir,” ujar Kolonel Hadi Subandi.
Selain pengamanan di darat, Lanal Tahuna juga melaksanakan patroli terbatas di wilayah perairan, guna memastikan keamanan pelayaran dari potensi tindak kriminal, pelanggaran hukum di laut, maupun kecelakaan laut yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.
Mengingat Nataru kali ini bertepatan dengan potensi cuaca ekstrem, Lanal Tahuna turut meningkatkan kesiapsiagaan dalam mitigasi bencana dan operasi Search and Rescue (SAR). Seluruh unsur disiagakan untuk merespons cepat apabila terjadi keadaan darurat di laut maupun wilayah pesisir.
Untuk memastikan pelaksanaan pengamanan berjalan optimal, Lanal Tahuna juga berkoordinasi dengan berbagai stakeholder terkait, di antaranya Basarnas, ASDP, dan Dinas Perhubungan, guna memperkuat sinergi dan efektivitas pengamanan serta pelayanan kepada masyarakat.
Dengan langkah-langkah tersebut, Danlanal Tahuna berharap perayaan Natal dan Tahun Baru di wilayah Kepulauan Sangihe dapat berlangsung aman, lancar, dan kondusif, serta masyarakat dapat merayakan Nataru dengan penuh sukacita dan rasa tenang.
(*Anto Harindah)





