CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Publik menilai Bakal Calon Presiden lulusan UGM Yogyakarta Ganjar Pranowo telah melakukan blunder, karena dianggap meremehkan sejumlah profesi seperti, MC dan Jurnalis, di acaranya Putri Ulama Quraish Shihab, yakni Najwa Shihab hari Selasa (19/9/2023).

Namun tak sedikit pihak meyakini, Bahwa blunder Mantan Gubernur Jawa Tengah 2 Periode tersebut bisa berdampak pada elektabilitasnya menuju Pilpres 2024.
Seperti diketahui, Blunder dari Ganjar Pranowo bukan hanya pertama kali dilakukan melainkan berulang-ulang.
Menurut Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Pada Juli 2023 lalu, Dirinya mencatat sedikitnya ada 4 blunder yang pernah dilakukan oleh Ganjar Pranowo.
Pada pemaparannya, Senin (31/7/2023), Peneliti LSI Denny JA, Hanggoro Doso Pamungkas menjelaskan perihal empat blunder Ganjar Pranowo.
Pertama, dalam podcast Deddy Corbuzier, Ganjar Pranowo pernah mengaku senang menonton video porno.
“Akibat pernyataan itu, dalam jajak pendapat LSI Denny JA, 86,1 persen responden menilai seorang capres tak wajar jika suka menonton video porno,” kata Hanggoro Doso Pamungkas.
Kedua, Munculnya pernyataan dari PDI Perjuangan yang menyatakan kalau capres yang mereka usung adalah petugas partai.
“Hal ini, memengaruhi para responden dalam jajak pendapat LSI Denny JA, dimana 69,9 persen menyatakan tak setuju jika presiden dianggap sebagai petugas partai,” ungkap Hanggoro Doso Pamungkas.
Ketiga, Saat Ganjar Pranowo menyatakan mengenai tidak setujunya dirinya soal kehadiran Timnas Israel dalam Piala Dunia U-20.
“Ganjar dianggap sebagai sosok yang berperan dalam pembatalan ajang olahraga bergengsi itu di Indonesia,” beber Hanggoro Doso Pamungkas.
Keempat, Ganjar Pranowo dianggap blunder ketika tiba-tiba menghubungi PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, terkait keluhan warga di Jakarta Utara.
“Setelah peristiwa itu, dalam jajak pendapat yang dilakukan LSI Denny JA, 74,7 persen responden menyatakan tindakan Ganjar tersebut tidak pantas,” ulas Hanggoro Doso Pamungkas. (DYW)






