CAHAYASIANG.ID // Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memanen sorgum di Waingapu, Sumba Timur, NTT, kemudian bercerita soal tantangan dalam pengembangan lahan sorgum.
Panglima TNI Periode 2013-2015 tersebut terlihat sedang memanen sorgum, di lahan 50 hektare milik PT Sumba Moelti Agriculture (SMA) di Desa Palakahembi, Waingapu, NTT, Rabu (13/4/2023).
Moeldoko mengatakan awalnya sorgum akan ditanam di lahan 400 hektare.
“Memang awalnya minimum 400 hektare. Saya mau paksakan 400 hektare minimum. Tetapi, karena situasi lingkungannya waktu itu tidak memungkinkan,” katanya.
Peraih Bintang Adhi Makayasa dan Trisakti Wiratama tersebut menjelaskan, ada hama yang menyerang saat awal penanaman sorgum.
Arek (Sebutan bagi Orang Jawa Timur) Kediri ini menyebutkan, hal itu memicu penanaman sorgum jadi terbatas pada 50 hektare.
“Anak-anak saya yang di lapangan menjadi takut melihat perkembangan hama yang sangat ganas, khususnya waktu itu belalang,” ujarnya.
Lanjut Moeldoko, Sehingga akhirnya yang real baru kita tanam 50 hektare lebih menuju 100 hektare.
Sosok yang dijuluki Panglima Tani itu mengaku optimistis sorgum bisa ditanam di lahan minimum 400 hektare, sekaligus tertantang mengatasi berbagai kendala penanaman.
“Ini kalau melihat tanaman sorgum, seperti ini kita sangat-sangat optimis. Ini dengan jenis yang berbeda, dengan yang kemarin Presiden datang ke sini. Ini jenisnya yang lebih baik,” ungkapnya.
Moeldoko meyakini, Melihat perkembangan yang seperti ini saya menjadi semakin tertantang menghadapi lingkungan apapun situasinya. (Deon)






