
CAHAYASIANG.ID Sangihe – Camat Marore, Mascos Sasiang, mempertanyakan keberadaan Klinik Kesehatan di Kapal Perintis Sabuk Nusantara 95 milik Pelni. Menurutnya, klinik tersebut perlu dilakukan pembenahan kembali. Hal ini disampaikan Sasiang saat menjumpai Nahkoda Kapal Sabuk Nusantara 95, Agustinus Pala, bersama awak media Cahayasiang.id pada Senin (22/07/24).
Ketiadaan kesiapan klinik kesehatan di kapal pemerintah ini terungkap saat pelayaran dari Marore menuju Kawio pada Minggu, 21 Juli 2024. Seorang siswi SMP dari Kawio sekolah di Marore bernama Teselmi Pareda yang menjadi penumpang kapal tiba-tiba pingsan dan mengeluarkan darah segar dari mulut. Kru kapal saat itu tampak tidak peduli dengan kondisi tersebut dan malah melanjutkan penagihan tiket.

Camat Marore yang kebetulan berada di kapal tersebut langsung turun tangan memberikan pertolongan pertama. Ia melakukan pemijatan di titik tertentu untuk membantu penumpang cepat siuman. Sasiang kemudian mempertanyakan keberadaan petugas kesehatan kepada kru kapal dan mendapatkan jawaban bahwa tidak ada petugas kesehatan di kapal tersebut.
Merasa nyawa warganya terancam karena tidak ada tindakan medis yang memadai, Sasiang dengan tegas menuntut tindakan dari kru kapal. Setelah melihat reaksi tegas dari Camat Marore ini, barulah kru kapal merespons dengan memberikan minyak kayu putih dan alkohol untuk dioleskan ke hidung penumpang yang belum siuman.
Setelah kejadian tersebut, keesokan harinya Camat Marore mengonfirmasi hal ini kepada Nahkoda Kapal Sabuk Nusantara 95, Agustinus Pala. Agustinus mengakui bahwa kapal tersebut memang tidak memiliki dokter dan obat-obatan yang lengkap seperti kapal Pelni dengan kapasitas penumpang yang besar.

Agustinus menyatakan bahwa persediaan obat di kapal tersebut sangat terbatas. Mereka hanya memiliki alkohol, betadin, obat diare, dan Antimo. Tidak ada obat-obatan lengkap yang bisa digunakan dalam situasi darurat seperti itu.
Kondisi ini menunjukkan perlunya perhatian dan pembenahan dari pihak terkait untuk memastikan keselamatan penumpang. Kehadiran fasilitas kesehatan yang memadai di kapal sangat penting untuk menangani situasi darurat yang mungkin terjadi selama pelayaran. (*Anto Harindah)






