CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi berpandangan, bahwa Gubernur diluar Pulau Jawa untuk meningkatkan speed mereka, terutama meningkatkan awareness terhadap kebijakan yang diambil oleh mereka, supaya diketahui warganya apa diketahui yang dikerjakan oleh pemimpinnya, ini penting, Rabu (28/5).
Dia juga menjelaskan, Demokrasi tidak semata faktor teknokratik itu sendiri, tapi sosialisasi atas kebijakan teknokratik. Ini berbeda dengan rezim non demokrasi, dimana publik dianggap tidak begitu penting, sedangkan dalam demokrasi publik penting untuk diminta masukannya.
“Jadi kalau kebijakan nya baik, tapi sosialisasinya kurang, itukan secara elektoral nilainya tidak besar itu penting,” ucap Burhanuddin Muhtadi.
Selain itu, Ia mengingatkan sorotan jangan hanya ke Jawa Barat (Dedi Mulyadi). Dia menarik contoh Gubernur Maluku Utara.
“Sherly Laos, Pertama Perempuan, Kedua Minoritas dari sisi agama di Provinsi 75% Muslim, Ketiga minoritas dari sisi etnik, tapi menang dengan jumlah luar biasa besar. Meskipun dia istri dari Almarhum Benny Laos, tetapi beliau alumni Belanda, Pintar, dan aktif di Organisasi, Tapi memang provinsinya kecil dari jumlah pemilih, tetapi ini layak,” jelas Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia tersebut.
“Gubernur terpilih, triple minority di Provinsi yang mayoritas muslim dan Perempuan. Menurut saya layak untuk diorbitkan,” kata Burhanuddin Muhtadi. (Deon)





