
CAHAYASIANG.ID, SIAU — Momentum politik dan pembangunan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) kembali memanas. Usai menghadiri Sidang Paripurna DPRD terkait pendapat akhir atas Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024, Bupati Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, S.KM, menggelar doorstop interview yang langsung menyita perhatian awak media.
Sorotan utama bukan hanya soal evaluasi keuangan daerah, namun juga kabar makin kuatnya rencana kunjungan Presiden RI ke Sulawesi Utara, termasuk keterlibatan para kepala daerah dalam agenda kenegaraan tersebut.
“Seminggu lalu kami diminta stand by di Manado atas instruksi langsung dari Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling,” ungkap Bupati Chyntia. Ia menjelaskan bahwa permintaan itu terkait rencana kunjungan Presiden di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).
Bupati menyampaikan bahwa kehadiran para kepala daerah bukan sekadar pelengkap acara. “Bupati Bolsel akan memberi ucapan selamat datang, sedangkan saya akan menyampaikan sambutan terima kasih atas bantuan rumah untuk masyarakat Sitaro, khususnya di Kampung Lainpatehi dan Pumpente,” ujarnya.
Namun lebih dari sekadar kehadiran formal, Bupati Chyntia memandang momen ini sebagai peluang emas untuk memperjuangkan langsung aspirasi dan kebutuhan daerahnya kepada Presiden. “Saya akan berusaha menyampaikan kondisi Sitaro secara langsung. Ini kesempatan langka yang harus saya manfaatkan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Menurut Bupati, pendekatan personal dengan Presiden bisa menjadi kunci percepatan pembangunan wilayah kepulauan. “Perhatian pusat terhadap daerah sangat besar. Tinggal bagaimana kita sebagai pemimpin daerah berinisiatif menyampaikan dan mengawal langsung aspirasi itu,” tambahnya.
Dalam wawancara tersebut, Bupati juga mengonfirmasi adanya rencana reshuffle pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sitaro. Menyongsong bulan keenam masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Heronimus Makagansa, publik mulai menantikan penyegaran birokrasi sebagai bagian dari langkah strategis percepatan program.
“Sudah waktunya dilakukan penyegaran. Rencana reshuffle ini sudah kami proses secara administratif, mulai dari menyurat ke Gubernur dan sudah diteruskan ke Kemendagri. Saat ini surat dari Kemendagri sudah berada di meja Pak Gubernur, tinggal menunggu tanda tangan,” ungkap Bupati.
Ia menegaskan bahwa rolling pejabat akan segera terlaksana dalam waktu dekat. “Kami butuh struktur birokrasi yang adaptif, responsif, dan siap kerja cepat. Karena tantangan pembangunan di daerah kepulauan tidak bisa dijawab dengan pendekatan biasa,” jelasnya.
Mengenai kriteria pejabat yang akan mengisi posisi strategis, Chyntia menegaskan dua hal utama: kompetensi dan loyalitas terhadap visi-misi kepala daerah. “Kami butuh figur yang solid, punya kapabilitas, dan benar-benar sejalan dengan arah pembangunan yang sedang kami dorong,” katanya lugas.
Kini publik menaruh harapan besar pada dua momentum penting: kunjungan Presiden yang bisa menjadi titik balik perhatian nasional ke Sitaro, serta reformasi birokrasi yang akan menjadi fondasi akselerasi pembangunan ke depan.
Dengan sikap terbuka terhadap pusat dan manuver tegas di dalam daerah, Bupati Chyntia Ingrid Kalangit menunjukkan komitmennya dalam memainkan dua peran strategis: sebagai komunikator daerah di panggung nasional dan sebagai motor penggerak transformasi di tingkat lokal.
Apakah langkah ini akan membuahkan hasil nyata bagi masyarakat Sitaro? Waktu akan menjawab. Namun satu hal jelas, angin perubahan mulai berembus dari ruang sidang DPRD hingga ruang tunggu penyambutan Presiden.(*Yuni /RS)





