
CAHAYASIANG.ID, Sangihe – Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, SE.MM. menegaskan pentingnya pengelolaan Dana Desa (Dandes) sebagai instrumen strategis pembangunan di tingkat kampung. Hal ini disampaikannya saat menyerahkan langsung BLT bagi Masyarakat Kampung Petta Timur, pada hari Selasa (6/5/2025).
Dalam pernyataannya, Bupati menekankan bahwa perencanaan Dandes harus melibatkan partisipasi menyeluruh dari masyarakat kampung serta disesuaikan dengan kebutuhan riil warga masyarakat.
“Perencanaan dana desa harus berasal dari masyarakat dan sesuai kebutuhan yang nyata. Pelaksanaannya pun harus akuntabel, transparan, dan tepat sasaran,” tegas Bupati.

Ia secara khusus menyoroti pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT). Menurutnya, bantuan tersebut harus benar-benar diberikan kepada warga yang layak menerima, bukan kepada kerabat atau saudara dari aparat kampung atau kepala desa (Kapitalaung) yang tidak memenuhi kriteria.
“Kalau memang mereka layak menerima, tidak jadi masalah. Tapi jangan sampai ada warga yang tidak berhak menerima bantuan, sehingga akan menimbulkan kecemburuan sosial,” ujarnya.
Bupati juga mendorong agar Dana Desa menjadi katalisator pembangunan lintas sektor seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, pemberdayaan perempuan dan pemuda, hingga perlindungan lingkungan hidup.

Ia mengajak seluruh aparat kampung, perangkat daerah, dan masyarakat untuk membangun paradigma baru dalam pengelolaan pembangunan. “Mari kita tinggalkan paradigma lama yang hanya mengejar output, penyelesaian anggaran, atau percepatan penggunaan dana. Dana yang digunakan harus menghasilkan sesuatu yang nyata bagi masyarakat,” katanya.
Pernyataan ini disampaikan dalam momentum 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Sangihe, yang mengedepankan prinsip kerja cepat, kerja sinergis, dan kerja ikhlas.
“Kami ingin memastikan setiap langkah pembangunan adalah jawaban atas kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar program di atas kertas. “Mari kita jaga semangat ini agar terus tumbuh menjadi budaya pelayanan publik yang tangguh, inovatif, dan solutif,” pungkas Bupati Thungari.
(Anto Harindah)



