CAHAYASIANG.ID, Sangihe – Upacara Adat Tulude merupakan Pesta rakyat atau masyarakat Sangihe yang di adakan pada setiap Tahunnya. Kali ini di selenggarakan di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sangihe, pada Rabu (31/01/24).

menurut Pj Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Rinny Tamuntuan, Upacara Adat Tulude ini memiliki makna yang sangat dalam dan Sakral, dimana didalamnya terdapat tiga hal penting
“Mengapa dikatakan memiliki makna yang sangat dalam dan Sakral, karena ada tiga hal Penting didalamnya yaitu,
- Pertama Somahe Kai Kehage yaitu mensyukuri segala Berkat dan Anugerah Tuhan yang telah dikaruniakan sepanjang tahun yang lalu.
- Kedua Memohon ampun atas segala kesalahan serta semua dosa yang pernah di lakukan di tahun yang silam.
- Ketiga Menyerahkan dan memohon penyertaan Tuhan di tahun yang baru ini,” ungkap Bupati Rinny.
Lebih lanjut Bupati Rinny mengatakan, Dengan Semboyan Daerah ini yaitu ‘Somahe Kai Kehage,’ membuat kami masyarakat Sangihe semakin terpacu dalam mengembangkan diri dan Daerah ini.
“Semboyan Daerah Somahe Kai Kehage bagi kami tantangan tidak jadi penghalang karena semakin besar tantangan yang datang maka akan semakin keras kami berjuang bagi daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan bagi NKRI tercinta,” tegasTamuntuan.
Ditambahkannya lagi, seiring dengan Tema: Sangihe Tangguh, bangkit bersama, bekerja lebih hebat dan Sub Tema: Dalam hikmat Tuhan, bersama memberi makna maju pantang mundur menembus keterbatasan, mewujudkan Kabupaten Sangihe yang maju dan sejahtera.
“Dalam semangat pemerintah dan masyarakat membangun kabupaten kepulauan sangihe salah satu yang terus di genjot adalah Pembangunan di sektor pariwisata sehingga pemerintah terus berupaya mengembangkan fasilitas penunjang di dalamnya,” tutur Tamuntuan.

Sektor lain yang menopang pariwisata seperti pengembangan ekonomi kreatif masyarakat melalui kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
“Kami sadari bahwa kekayaan budaya yang di miliki masyarakat Kabupaten Sangihe juga menjadi salah satu pesona yang dapat memikat para wisatawan untuk datang di daerah ini,” ujarnya.
Selain itu, ia menyadari kondisi kemajemukan suku bangsa dan agama yang ada di daerah maka dalam berbagai kesempatan sebagai pimpinan daerah ia terus menghimbau sekaligus mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan perbedaan sebagai sumber kekuatan pendorong.
“Sekaligus titik pijak dalam mengembangkan pluralisme meningkatkan sinergitas dan membangun semangat persaudaraan guna mewujudkan perubahan, kemandirian dan kemajuan bangsa terutama untuk membawa daerah ini ke arah yang lebih berdaya saing, maju dan sejahtera termasuk juga sebagai wujud kesiapan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi pesta demokrasi pemilu tahun 2024 sekalipun ada tantangan dan dinamika yang terjadi tidak menyurutkan semangat kita untuk terus berbuat yang terbaik bagi daerah ini,” tegasnya.

Penjabat Bupati dalam pengantarnya di upacara adat Tulude dan ulang tahun daerah ke 599 tahun juga mengapresiasi kehadiran tamu kehormatan.
“Sukacita di momentum hari bahagia ini menjadi semakin lengkap oleh karena kehadiran tamu-tamu kehormatan kita baik dari pusat provinsi bupati wali kota se provinsi Sulawesi utara atas nama pemerintah dan komunitas masyarakat sangihe saya menyampaikan terima kasih,” kuncinya.
Hadir dalam upacara adat Tulude dan Hut Daerah ke 599 Tahun Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara Fransiscus A. Silangen, Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Steve Kepel, Ketua TP PKK Sulawesi Utara Rita Tamuntuan, Ketua DPRD Sangihe Josepus Kakondo, Forkopimda, Badan adat serta pelaksana acara adat, Tamu undangan dan masyarakat. (*Anto)






