CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi di Podcast Bocor Alus Politik yang dikutip, Minggu (2/7/23), mengatakan kita harus banyak bersiap dengan banyak kekagetan-kekagetan baru.
“Empat bulan ini, jadi mulai Juli, September, Oktober, kita harus banyak bersiap dengan banyak kekagetan-kekagetan baru,” ujar Wamendes Periode 2019-2024 tersebut.

Sementara itu, Budi Arie Setiadi menjelaskan, Projo ini bahasa sansekerta berarti “Negeri”, bahasa Jawa Kawi artinya “Rakyat”.
“Jadi makna Projo itu dalem. Jadi Projo adalah kaum yang mencintai Negeri dan Rakyatnya,” ungkap Muni sapaan akrabnya.
Saat ditanya mengenai arahan Jokowi, Budi Arie Setiadi menjawab, Arahan Pak Jokowi kan belum.
“Arahan Pak Jokowi tetap jangan grasa-grusu, kita hitung dengan cermat. Pokoknya Projo tegak lurus ikut perintah dan komando Jokowi,” bebernya.
Budi Arie Setiadi menambahkan, Jelas perintah Pak Jokowi untuk Projo Last Minute, kita ngak ada preferensi, pokoknya kita ikut Jokowi aja.
Selain itu, menurut Ketua Umum Projo ini, Ukuran kekalahan itu bukan rechord.“Bukan indikator, kalau loe maju lagi kalah? Ngak ada, bukan petarung namanya,” tegasnya.
Bagi Projo, berdasarkan penjabaran Ketua Umumnya Budi Arie Setiadi, di tengah simpang siur informasi masa nafsir aja ngak boleh. (Dego)






