Direktur Utama BSG dalam sambutannya memaparkan refleksi kinerja tahun 2025. Di tengah kondisi ekonomi global yang menantang (low to grow) dan pemulihan pasca-Covid yang lambat, BSG berhasil mencatatkan performa yang impresif.
Highlight Kinerja 2025 (unAudited):
Total Aset: Tumbuh 12,51% mencapai Rp 23,7 Triliun.
Dana Pihak Ketiga (DPK): Tumbuh signifikan 21,06% mencapai Rp 18,2 Triliun.
Laba Bersih: Mencapai Rp 372 Miliar, tumbuh 24,29% (YoY). Ini merupakan pencapaian laba tertinggi dalam 6 tahun terakhir.
Tantangan: Pertumbuhan kredit tercatat 3,94% dan rasio NPL (Non-Performing Loan) mengalami kenaikan menjadi 2,97%, yang menjadi catatan evaluasi untuk perbaikan di tahun 2026.
Strategi dan Target 2026: “Homo Homini Socius”
Menatap tahun 2026, Direktur Utama menetapkan strategi besar yang berfokus pada Penguatan Tata Kelola, Ekspansi Bisnis Berkualitas, dan Optimalisasi Biaya.
Berikut adalah target dan fokus utama BSG di tahun 2026: (Lihat gambar)
Fokus Strategis:
Perbaikan Kualitas Kredit: Memerangi NPL dan meningkatkan kualitas ekspansi bisnis.
Efisiensi Biaya: Menurunkan Non-Performing Loan (NPL) dan Overhead Cost.
Keamanan IT: Meningkatkan keandalan sistem IT dan keamanan data.
Budaya Kerja: Mengusung semangat “Homo Homini Socius” (manusia adalah kawan bagi sesama), di mana pegawai harus saling mendukung dan tidak menjadi serigala bagi sesamanya (Homo Homini Lupus).
Apel perdana ini ditutup dengan semangat optimisme tinggi untuk mencapai target laba Rp 440 Miliar dan membawa BSG menjadi bank yang lebih tangguh, tumbuh, dan terpercaya. (*Red)






