
CAHAYASIANG.ID, MINSEL – Nasib para perangkat desa di Minsel sangat miris sekali, BPJS Kesehatan yang di kantongi ternyata tidak dapat dipergunakan saat mereka melakukan pengobatan di Rumah Sakit. Akibatnya mereka terhitung sebagai pasien umum dan harus merogoh kantong sendiri untuk membayar biaya pengobatan yang cukup mahal.
Dilansir dari postingan FB salah satu tokoh masyarakat yang cukup dikenal luas warga Minsel, bung ROSA (Robby Sangkot) mantan anggota dewan Minsel menjelaskan bahwa alasan tidak aktifnya BPJS para perangkat desa tersebut dikarenakan oleh kewajiban Pemkab Minsel ke pihak BPJS Kesehatan belum di realisasikan.
Katanya lagi, menurut pihak BPJS potensi hutang Pemkab Minsel ada di kisaran kurang lebih 10M. Nilai hutang yang cukup fantastik.
Melihat hal ini Aktifis Perempuan Sulut yang dijuluki wanita petarung “Yuni Wahyuni Srikandi” angkat bicara ‘Anggaran yang telah di plot untuk biaya pembayaran BPJS Kesehatan para perangkat desa di tahun 2024 di alihkan ke pos mana? Sampai sampai hutang di BPJS bisa menumpuk sampai 10 miliar rupiah?
Saya minta pihak APH untuk menyelidiki sebab akibat dari mandeknya pembayaran hutang Pemkab Minsel ke BPJS Kesehatan yang merugikan hak para pengkat desa di Minsel.
Tidak menutup kemungkinan BPJS masyarakat kurang mampu pun ikut mandek tutur Bunda Yuni.(*Red)






