CAHAYASIANG.ID // Manado – Dosen ilmu politik dan kepemiluan fisip unsrat Ferry Liando menduga bahwa sepertinya ada kekuatan lain yang berkontestasi pada pemilu 2024.
Hal itu disampaikannya, ketika menjadi narasumber pada kegiatan yang di gelar Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprof Sulawesi Utara, Selasa (14/03) di Hotel Qualiti Manado.
Ferry Liando mensinyalir bahwa ada kekuatan siluman itu bisa jadi adalah para pemilik modal atau negara-negara asing.
“Sesuai ketentuan UU 7 tahun 2017, tentang pemilu bahwa peserta pemilu adalah partai politik, calon presiden dan wakil presiden serta calon anggota DPD RI,” ujar Praktisi AIPI tersebut.
Namun Ferry Liando menduga, bahwa kemungkinan ada kekuatan lain atau kekuatan siluman yang ikut berkompetisi untuk memenangkan pemilu 2024.
“Kebijakan Presiden memindahkan ibu kota ke pulau kalimantan tentu sangat meresahkan para pengusaha yang selama ini berinvestasi di DKI Jakarta,” sambungnya.
Ferry Liando menambahkan, Jika ibu kota dipindahkan maka DKI Jakarta akan mulai jarang di kunjungi baik oleh masyarakat di daerah ataupun dari luar negeri.
“Jika hal itu terjadi maka pasar akan berkurang. Sektor pariwisata, hotel, transportasi dan sarana hiburan pasti akan terganggu,” tambahnya.
Sementara Ferry Liando berpandangan, Para pemilik modal tentu akan terancam. Sehingga kemungkinan pihak ini akan berusaha mengaggalkan kebijakan pemindahan ibu kota.
“Caranya adalah memberikan dukungan kepada calon presiden yang berpotensi menolak IKN. Sementara ada sebagian pemilik modal yang bersikap berbeda. Yaitu mereka yang tidak mendapat peluang usaha di Jakarta dan hendak mencari wilayah investasi baru di termasuk di IKN,” urainya.
Sehingga Ferry Liando beranggapan, mereka akan mendukung calon presiden yang hendak mempertahankan IKN baru. Jadi pemilu berpotensi akan menjadi perang pemilik modal. Jika di pilkada, modus seperti ini sudah biasa terjadi.
“Daerah-daerah yang memiliki kandungan alam yang besar biasanya menjadi rebutan pemilik modal untuk ikut membiayai pencalonan kepala daerah,” pukasnya.
Ferry Liando pun menyentil, Jika jagoannya menang maka pemilik modal itu akan berusaha mengusai pengelolaan sumber daya alam di daerah itu. Selain keterlibatan pemilik modal, menurut Liando kemungkinan besar akan ada negara-negara asing yang berkepentingan dengan pemilu di Indonesia.
“Pak Anis sudah beberapa kali ketemu dengan kedutaan Amerika Serikat. Terkahir bersama PKS Secara kebetulan sikap pak Anis menolak pembangunan IKN”, sentilnya.
Ferry Liando sedikit membreak down problem yang akan terjadi kedepan, makin gencar perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat. Bisa jadi kedua negara ini berusaha masuk dalam arena kompetisi pemilu agar pemenangnya sejalan dengan kepentingan ekonomi suatu negara.
Dirinya berharap, pemilu tidak boleh dimanfaatkan oleh kepentingan lain selain untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat.
“Jangan sampai pemilu memancing konflik dan perpecahan hanya karena ambisi pihak-pihak lain. Kita cegah jangan sampai Indonesia terpecah seperti korea timur dan dan korea selatan atau negara Yugoslavia yang bubar karena konflik pemilu,” kunci Praktisi jebolan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia itu.
Kegiatan di buka oleh Inspektur Provinsi Sulut Drs Meki Onibala mewakili Gubernur dan dihadiri oleh Karo Weldie Poli, Kaban Kesbangpol Ferry Sangian, Karo Hukum Flora Krisen dan pejabat lainnya. Sedangkan narasumber lainnga adalah Anggota DPRD Sulut Fabian Kaloh dan Kepala KPPN Manado Asyep Syaefudin S.E., M.E (Deon)






