CAHAYASIANG.ID, Manado – Bertempat di Luwansa Hotel Manado, Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) menggelar kegiatan bertemakan “Sinergitas Polda Sulawesi Utara Bersama Ormas Dalam Menjaga Stabilitas Kamtibmas dan Persatuan Daerah”.
Dalam kegiatan yang dihadiri berbagai ormas yang ada di Sulut, Ketua Kwartir Daerah Sulawesi Utara (Kwarda Sulut), Kak Grevo Gerung, didaulat menjadi salah satu panelis dalam sesi diskusi di ajang tersebut.
Sebagai bagian dari pemerintah, Grevo menyebut dia mengatur organisasi yang memiliki masa paling banyak.

“Mulai dari SD tingkat Siaga, SMP (Penggalang), SMA/SMK dan Perguruan Tinggi (Penegak dan Pandega). Dari unsur pendidikannya sekitar 240.000 yang harus ditangani untuk membentuk suatu ekosistem pendidikan di Sulawesi Utara,” sebutnya.
Bicara pengaruh situasi global terkiin, yang dilihat Grevo adalah mau jadi apa anak-anak kita di tahun 2045. Pertengkaran yang terjadi di dunia, seperti antara Irak, Amerika dan Israel, itu bukan hanya soal ekonomi semata. Menurutnya itu adalah persoalan abstrak, bukan persoalan ideolgi.
Ia kemudian mengutarakan tentang sosok penulis terkenal yang besar di lingkungan Palestina dan beragama Kristen, yang kemudian pindah ke Amerika yakni Kahlil Gibran. Salah satu tulisan hebat dari Kahlil Gibran dan dikutip Grevo adalah “Jika engkau bekerja dengan rasa cinta, engkau menyatukan dirimu dengan Tuhanmu, dengan orang lain, serta lingkunganmu”.
Grevo menyebut, bekerja dengan rasa cinta maka engkau menyatukan dirimu dengan Tuhanmu adalah hal absulut, sedangkan dua lainnya adalah abstrak.
“Dimana kita berdiri? Bagi saya yang bekera di bidang pendidikan, bukan kita yang ada di sini yang nantinya akan menjadi pemimpin-pemimpin, tapi para anak-anak SD, SMP, dan SMA yang ada saat ini,” sebutnya.
Grevo pun mengapresiasi kinerja pihak kepolisian yang bukan hanya menjaga kamtibmas dari persoalan perkelahian atau isu antar kampung. Tapi lebih dari itu, tugas Polisi menjaga kamtibmas adalah menjaga generasi muda untuk menikmati 2024.
“Jika kita bekerja dengan rasa cinta, maka kita akan mencintai Tukan kita, kita mencintai lingkungan kita dan kita mencintai sesama kita,” tutup Grevo. (ak)





