
CAHAYASIANG.ID, SULUT – Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) GMIM akan berlangsung mulai besok 24 September 2026 hingga 26 September 2026 di MCC (Pembukaan) dan juga di Mission Center GMIM.
Sebanyak 2088 Anggota Majelis Sinode (AMS) perwakilan 1083 jemaat dan 151 wilayah GMIM dipastikan akan datang mengikuti Sidang tersebut untuk menentukan arah pelayanan kedepan dari Gereja Masehi Injili di Minahasa.
Diketahui, terdapat 10 Usulan Perubahan pada Draft Tata Gereja yang nantinya akan dipikir dan dirumuskan bersama oleh para Pelsus dan AMS GMIM yakni :
1.Kembali 3 Aras Pelayanan yaitu Jemaat, Wilayah, Sinode. Untuk Ketua BPMW 2 Kali.
2.Sentralisasi 5 persen dikembalikan ke Jemaat.
3.KPPS menjadi BPPS dan mengikuti Aras pelayanan dan dipilih di Sidang Majelis.
4.Periode Pelayanan BPMS 2 periode berturut-turut dalam semua jabatan
5.Struktur BPMS kembali ke Tata Gereja 2016
6. BPMS (Pendeta, Penatua, Diaken):
-usia 65 tahun 0 hari dan 0 bulan;
-Pendeta PO Minimal telah menjadi Pendeta 15 tahun.
-Khusus Ketua 0ernah Ketua BPMJ 5 tahun dan Ketua BPMW 5 tahun.
7.Pembentukan Majelis Etik Pelsus dipilih dalam SMS melalui Tim Seleksi
8. BIPRA EX OFFICIO (Perayaratan Ketua BIPRA kembali ke TG 2016)
9.CERAI HIDUP diserahkan kepada AMS untuk diputuskan di SMSI
10.Anggota Majelis Sinode dipilih di semua Aras.
Dalam persiapan Sidang Majelis Sinode Istimewa ini, Panitia pun telah mempersiapkan segala sesuatu untuk mensukseskan SMSI tersebut. Dan tampak Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM Pdt Adolf Wenas,M.Th turun langsung mengecek sekaligus menggelar doa bersama di lokasi Pembukaan di MCC bersama-sama dengan Panitia yang ada. Kegiatan SMSI ini akan dilaksanakan mulai pukul 10.00 Wita di MCC. (*James)



