CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko percaya, bahwa pesantren adalah salah satu tempat yang mampu membentuk karakter yang kuat bagi para santrinya.

Hal itu, disampaikan Moeldoko ketika memberikan sambutan dalam acara 1 Muharram 1444 H / 30 Juli 2022, di Pesantren Al-Zaytun, kabupaten Indramayu, Jawa Barat, secara virtual.
Hingga sekarang, salah satu orang terdekat Presiden Jokowi itu meyakini, bahwa pesantren adalah tempat untuk menanamkan nilai-nilai positif dan membangun karakter yang kuat kepada para santrinya.
Dikutip dari akun YouTube Al-Zaytun Official, Selasa (9/5/2023), Moeldoko mengatakan, Saya berpesan kepada anak-anak saya, di tengah-tengah lingkungan kita saat ini, pertumbuhan teknologi informasi, media sosial, itu luar biasa pesatnya.
“Persoalan hoaks, persoalan disinformasi merajalela di mana-mana, untuk itu, saya berpesan supaya anak muda saat ini yang bertumbuh di pesantren, menanamkan nilai-nilai yang positif, terbangun sebuah karakter yang kuat agar tidak mudah terpengaruh dan terprovokasi oleh berbagai situasi yang terjadi,” sambung salah satu dari empat Calon Wakil Presiden Favorit pilihan Musyawarah Rakyat Relawan Jokowi ini.
Sementara, Moeldoko meminta, agar Pesantren Al-Zaytun ini mampu untuk mencetak santri-santri yang memiliki karakter yang kuat.
“Agar kelak ketika menjadi seorang pemimpin, adalah pemimpin yang berkarakter, karena Indonesia membutuhkan seorang pemimpin yang berkarakter,” lanjutnya.
Menurut Moeldoko, Pesantren al-zaytun harus selalu memperkuat karakter santrinya, agar suatu saat anda menjadi pemimpin, adalah pemimpin yang berkarakter kuat.
“Karena tantangan anda ke depan untuk memimpin negeri ini tidak semakin ringan, justru semakin berat. Untuk itu diperlukan seorang pemimpin yang berkarakter kuat,” ujarnya.
Sebab itu, Moeldoko punya keyakinan
bahwa pondok pesantren berperan membentuk karakter bangsa.
“Dan saya yakin dan sampai saat ini saya masih memiliki keyakinan bahwa pesantren adalah salah satu tempat di mana pembentukan karakter sebuah bangsa itu terbangun di dalamnya,” sebutnya.
Moeldoko mengakui, semasa kecilnya tumbuh di lingkungan pesantren. Keberhasilannya saat ini pun tidak lepas dari peran kyai yang membentuknya, menjadi pribadi yang berkarakter kuat.
“Semasa kecil, saya hidup bersama dengan kyai, saya berada di surau, dari beliau, guru saya itulah. Saya di gembleng yang akhirnya saya bisa menjadi jenderal, karena karakter saya terbangun di situ. Karena itu saya punya keyakinan kuat bahwa pesantren salah satu tempat untuk membangun sebuah karakter yang kuat,” kata Peraih Bintang Adhi Mayasa 1981. (Dego)



