
CAHAYASIANG.ID, Sangihe – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Tahuna membantah kabar yang menyebutkan bahwa program Tol Laut akan dihentikan di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran. Isu tersebut diklarifikasi langsung oleh Meifrid Palanewen, pejabat pengelola Kapal Perintis di KUPP Tahuna.
Mefrid Palanewen menyampaikan bahwa program Tol Laut, yang merupakan inisiatif dari mantan Presiden Joko Widodo, akan tetap dilanjutkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, kabar tentang penghentian program ini tidak benar dan hanya sekedar isu.
Ia menghimbau masyarakat, khususnya pengguna dan pekerja Tol Laut, untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya. Program ini, menurutnya, memiliki manfaat besar bagi masyarakat di wilayah kepulauan Sangihe.
Lebih lanjut, Meifrid menjelaskan bahwa selama hampir satu dekade, Tol Laut telah membantu menghubungkan wilayah-wilayah kepulauan di Indonesia, termasuk Kabupaten Kepulauan Sangihe yang berbatasan dengan Filipina. Program ini membantu memperlancar distribusi barang dan kebutuhan dasar ke daerah-daerah terpencil.
Di Kepulauan Sangihe, program Tol Laut dirasakan sangat membantu, terutama bagi tenaga kerja bongkar muat yang mengandalkan pelabuhan. Program ini membantu para pekerja tersebut dalam meningkatkan perekonomian keluarga mereka melalui peluang kerja yang disediakan.
Meifrid menutup pernyataannya dengan mengajak para pekerja di Pelabuhan Nusantara Tahuna untuk tetap fokus bekerja dan mengabaikan informasi yang tidak berdasar. Ia berharap program ini bisa terus memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah. (*Anto Harindah)






