• Advertorial
  • Editorial
  • Opini
  • Wartawan Ba Carita
Saturday, 18 April 2026
  • Login
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
Cahaya Siang
Advertisement
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
cahayasiang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Sulut
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
  • Olahraga
  • Hiburan

Beranda » Bebas Frambusia, Minut Terima Sertifikat Dari Kementrian Kesehatan

Bebas Frambusia, Minut Terima Sertifikat Dari Kementrian Kesehatan

07/03/2024
in Minahasa Utara, Minahasa Utara & Bitung
0
Share on FacebookShare on Twitter

CAHAYASIANG.ID, MINUT – Dalam rangka Hari Neglected Tropical Diseases (NTD) sedunia tahun 2024, Kementerian Kesehatan RI menyerahkan sertifikat bebas Frambusia yang diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Rabu (06/03/2024).

Sertifikat diterima langsung oleh Wakil Bupati Minahasa Utara Kevin W Lotulung, SH, MH.

Terdapat 416 Kabupaten/Kota yang masuk dalam penilaian, dan yang dinyatakan bebas frambusia 99 Kabupaten/Kota yang salah satunya Kabupaten Minahasa Utara. Diketahui Frambusia adalah penyakit infeksi bakteri jangka panjang (kronis) yang paling sering mengenai kulit, tulang dan sendi atau dulu biasa juga disebut kusta.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi mengatakan, saat ini terdapat beberapa penyakit Frambusia yang menjamur di beberapa daerah. Untuk itu, pihaknya menargetkan pada tahun 2027 Indonesia harus menjadi negara di regional Asia Tenggara yang bebas penyakit Frambusia.

Ditambahkan Menkes, harus ada kolaborasi dan sinergitas dari seluruh pihak baik dari Pemerintah Daerah, TNI/Polri, serta masyarakat untuk berperan aktif melakukan upaya pencegahan terhadap penyakit Frambusia.

“Pemberian sertifikat ini sebagai bentuk apresiasi kepada daerah-daerah yang telah bebas Frambusia agar kabupaten/kota lain tentunya bisa termotivasi dalam upaya pencegahan penyakit Frambusia ini,” ungkap Budi Gunadi.

Terkait penyakit frambusia ini, Bupati Joune Ganda SE MM, MAP, M.Si mengatakan, negara kita masih menghadapi penyakit fisik yang dapat mengganggu aktivitas sosial seperti Kusta, Frambusia, Kaki Gajah serta Cacingan.

Dengan adanya penyakit tropis yang sering terabaikan ini, WHO mengajak semua pihak termasuk pejabat pemerintah dan masyarakat untuk bersatu, bertindak dan mengeliminasi penyakit tropis ini di dunia.

“Minut patut berbangga oleh karena kita masuk dalam kategori bebas penyakit frambusia sehingga kita bisa menerima sertifikat atau penghargaan yang diberikan langsung oleh Menteri Kesehatan R.I. Mari kita tetap saling merangkul untuk menciptakan warisan hidup sehat bagi generasi mendatang,” ajak Bupati Joune Ganda.

Terpisah, Kadis Kesehatan Minahasa Utara dr. Stela Safitri M.Kes., mengungkapkan ini adalah hasil kolaborasi seluruh pihak sehingga Minahasa Utara dinyatakan bebas Frambusia. Dirinya menyampaikan terima kasih kepada pimpinan daerah yang terus menekankan pentingnya menjaga kesehatan masyarakat utamanya pada aspek preventif.

“Penyakit menular ini, sangat berkaitan dengan perilaku atau pola hidup sehat masyarakat, maka semua elemen masyarakat harus tetap menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan perilaku hidup bersih. Kita berkomitmen untuk dapat mempertahankan status Minahasa Utara bebas dari penyakit Frambusia,” himbaunya.

Tidak hanya itu, lanjut Savitri, pihaknya akan terus berupaya menuntaskan penyakit menular lainnya dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Minahasa Utara yang sehat.

Diketahui tujuan dari Hari Penyakit Tropis Terabaikan (NTD) Sedunia adalah untuk meningkatkan profil penyakit tropis yang terabaikan, penderitaan yang ditimbulkannya dan untuk menggalang dukungan terhadap pengendalian, pemberantasan, dan pemberantasan penyakit tersebut, sejalan dengan target program yang ditetapkan dalam peta jalan NTD 2021-2030. (Rubby Worek)

Post Views: 3,115
Bagikan ini :
Previous Post

Kornelius Wau Dukung MNI Gelar Nusantara Awards 2024

Next Post

Optimalkan Pelayanan Kesehatan, Joune Ganda : Jangan Ada Yang Harus Bolak Balik Urus Surat

Next Post

Optimalkan Pelayanan Kesehatan, Joune Ganda : Jangan Ada Yang Harus Bolak Balik Urus Surat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ADVERTISEMENT

Alamat Kantor :

Jl. Politeknik, Kelurahan Kairagi II,
Kecamatan Mapanget, Kota Manado,
Sulawesi Utara

No. Telp :
(0431) 7246837 (Kantor)
0882022399555 (Mobile)

  • About Us
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In