CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Pembangunan konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTsa) Surakarta, di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Jawa Tengah, sudah mencapai 97,3 persen.
Namun, di sisa proses penyelesaian muncul dua persoalan. Yakni, terkait penerbitan Sertifikat Laik Operasi (SLO) dan pengkondisian lahan sekitar TPA, di mana masih ada kekurangan lahan 0,5 hektar.
Mendapati hal ini, Kantor Staf Presiden akan segera berkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga untuk mendapatkan solusi agar PLTsa Surakarta dapat segera beroperasi.
“Pengoperasian PLTsa Surakarta ini, sangat penting untuk mengurangi jumlah sampah sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan. KSP akan berikan dukungan penuh agar PLTsa ini, dapat segera diselesaikan dan beroperasi penuh,” kata Moeldoko menegaskan, Sabtu Sabtu (15/7/23).

12 KOTA ALAMI DARURAT SAMPAH, DAPAT PERHATIAN SERIUS PRESIDEN JOKOWI
Moeldoko mengatakan, penyelesaian pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTsa) mendapat perhatian serius dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Sebab proyek tersebut sangat penting untuk membantu program penanganan sampah, terutama di kawasan perkotaan,” sambung Lulusan terbaik Akmil 1981 Angkatan Darat dari kecabangan infanteri tersebut.
Panglima TNI 2013-2015 itu menambahkan, Pemerintah telah menerbitkan Perpres No 35/2018 tentang Percepatan Pembangunan PLTsa di 12 kota yang mengalami darurat sampah.
“Dari 12 kota itu, dua sudah progressive PLTsa nya. Surabaya dan Surakarta,” Jelas Moeldoko.
PENGKONDISIAN LAHAN DI SEKITAR TPA TERKENDALA PENERBITAN SLO
Sementara, Terkait kendala penerbitan SLO dan pengkondisikan lahan di sekitar TPA, KSAD terpendek dalam Sejarah Indonesia itupun menyampaikan, Kantor Staf Presiden dalam waktu dekat akan mengundang Kementerian LHK, Kementerian ESDM, Kementerian PUPR, dan pemerintah kota Surakarta untuk bersama-sama mencari solusi terbaik dan tercepat, agar PLTsa bisa segera diresmikan dan dioperasikan.
“Kami (KSP) mengusahakan PLTsa Surakarta segera di resmikan Oktober nanti, karena pembangunan sudah 97,3 persen,” tutur Moeldoko.
PEMKOT SURAKARTA TETAPKAN PT SOLO CITRA METRO PLASMA POWER SEBAGAI INVESTOR
Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta yang Nahkodai oleh Gibran Rakabuming Raka ini, telah menetapkan PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP) sebagai investor PTLsa Surakarta.
Pengolahan sampah menjadi sumber energi listrik tersebut akan menghasilkan listrik sebesar 5 Mega Watt, dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan.
Di mana pengoperasian pembangkit listrik menggunakan teknologi gasifikasi. Yaitu, tidak ada cerobong asap hasil pembakaran. Sehingga tidak ada emisi, baik dioksin maupun furan.
“Pembangunan PLTSa Surakarta ini, juga salah satu komitmen pemerintah dalam mencapai net zero emission di 2060,” ujar Moeldoko (Dego*)






