CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko membantah memiliki kepentingan dengan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun.
Ia juga menepis tudingan sejumlah pihak yang terus menempelkan isu kepadanya sebagai pelindung Syekh Panji Gumilang.
Moeldoko berkeyakinan, yang menuding dirinya melindungi Al-Zaytun, kemungkinan punya persoalan pribadi.
“Kalau saya dituduh jadi beking itu datanya dari mana? Orang-orang yang ngomong mungkin salah minum obat,” kata Moeldoko, mengutip Republika, Rabu (6/7/23).

Selain itu, Dia menilai, isu sensitif yang dapat menyulut reaksi dari publik pada prinsipnya perlu dapat dimitigasi. Pemerintah perlu mengelola hal itu agar tidak menjadi isu yang liar.
“Saya pikir memang kita harus kelola dengan baik, karena ini persoalan-persoalan sensitif. Maka perlu dikelola dengan baik sehingga persoalan-persoalan itu, tidak berlarut-larut nanti menjadi liar sehingga sulit. Saya pikir kita (pemerintah) hadir di situ untuk mengelola,” ujar Panglima TNI Periode 2013-2015 tersebut.
Sementara itu, Peraih Bintang Adhi Makayasa-Triskati Wiratama 1981 ini menyinggung, tentang beberapa tudingan tidak berdasar yang ditujukan kepada dirinya.
Moeldoko menduga, hal itu kemungkinan bertujuan untuk menjatuhkan dirinya. Ia pun kembali mengingatkan orang itu, untuk hati-hati dalam berbicara.
“Biasa itu ada orang goreng (isu/cerita), tujuannya sangat jelas bagaimana men-downgrade saya. Saya cukup tahu petanya seperti apa. Tetapi yang perlu kita pahami, masyarakat Indonesia perlu paham, kenapa Al-Zaytun selalu muncul setiap (menjelang) pemilu. Ini kan aneh, pasti ada sesuatu yang memainkan untuk apa, bisa saja untuk kepentingan elektabilitas, dan seterusnya,” bebernya. (Dego*)






