CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengadakan pertemuan berdama sejumlah Kementerian seperti Pertahanan, Keuangan, Luar Negeri, hingga Bappenas.
Pertemuan mengenai pembahasan langkah lanjutan program kerja sama pengembangan pesawat tempur Korea Fighter X, dan Indonesia Fighter X (KFX/IFX), bersama Korea Selatan, di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (2/10/23).

Panglima TNI Periode 2013-3015 menilai terdapat tiga isu besar yang hadir dalam keberlangsungan program kerja sama tersebut. Pertama, mengenai hak kekayaan intelektual. Kedua, sistem perjanjian. Ketiga, hak pemasaran.
Menurut Dirinya, Tiga isu utama itu perlu segera dicarikan solusi untuk melanjutkan keberlangsungan kerja sama ini.
“Pada kerja sama ini, juga ada pertaruhan hubungan politik kedua negara. Jangan sampai ini dipertaruhkan, dan harus kita pikirkan dengan sungguh-sungguh,” kata Moeldoko.
KSAD Periode 2013 ini menyampaikan, Adanya pelibatan transfer teknologi dari proyek jet tempur tersebut.
“Proyek ini juga berkaitan dengan pengembangan SDM kita, agar insinyur-insinyur kita bisa menguasai teknologi yang juga lebih advance,” ujar Moeldoko.
Setelah itu, Dia menyampaikan,Bahwa perihal tersebut sudah menjadi keputusan dari Kementerian Keuangan.
“Awalnya kita semangat lalu poco-poco (maju-mundur), dan sekarang kita semangat lagi. Namun, keuangan negara berkehendak lain,” ungkap Moeldoko.
Sementara itu, Ia menyebutkan, Akan bertemu dengan Menteri Pertahanan Korea Selatan.
“Tepat pada Hari TNI mendatang, 5 Oktober 2023. Saya akan coba bicarakan terkait kerjasama ini juga nanti,” ucap Moeldoko. (DYW)






