• Advertorial
  • Editorial
  • Opini
  • Wartawan Ba Carita
Friday, 1 May 2026
  • Login
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
Cahaya Siang
Advertisement
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
cahayasiang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Sulut
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
  • Olahraga
  • Hiburan

Beranda » Bagaimana kalau? Begini jika penurunan nilai Rupiah terjadi!

Bagaimana kalau? Begini jika penurunan nilai Rupiah terjadi!

27/09/2025
in Opini
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Aristoteles Sjafii, Ketua Himaju Manajemen FEB Unsrat Periode 2019-2020, Sekretaris PMKRI Manado Masa Bakti 2020-2021

CAHAYASIANG.ID, Opini – Banyak orang menganggap setiap penurunan nilai rupiah sebagai hasil dari urusan Bank Indonesia, atau berita ekonomi semata.

Meskipun demikian, efeknya dapat dilihat secara langsung dalam kehidupan sehari-hari kita. Karena sebagian besar bahan baku mas masih diimpor, harga mi instan, tahu tempe, obat, dan BBM mungkin naik. Selain itu, penurunan nilai rupiah meningkatkan tanggung jawab pemerintah. Subsidi terus meningkat, utang internasional meningkat, dan jika tidak dapat ditahan, konsekuensi akhirnya akan menjadi kenaikan harga yang ditanggung oleh rakyat.

Selain itu, tingkat cicilan dolar yang meningkat dapat menyebabkan kerugian bagi perusahaan, yang bahkan dapat menyebabkan pemecatan karyawan. Salah satu pihak yang mendapat keuntungan adalah eksportir yang menerima harga yang lebih tinggi. Tapi pada kenyataannya, ekonomi kita masih bergantung pada impor lebih banyak daripada ekspor. Akibatnya, pelemahan rupiah lebih merugikan daripada membantu.

Dengan memilih produk lokal, masyarakat juga dapat berpartisipasi. Rupiah bukan hanya angka kurs tetapi juga representasi kekuatan ekonomi negara. Melemahnya rupiah menunjukkan bahaya, dan kita semua harus lebih waspada dan mandiri agar tidak terus goyah setiap kali dolar menguat. (Deon)

Post Views: 1,380
Bagikan ini :
Previous Post

Kronologi Dugaan Penganiayaan Wartawan di Kantor PSDKP Tahuna

Next Post

LPM Bahu Apresiasi Trisula Kepemimpinan Sulut, Emi Maturbongs, Herol Kaawoan dan Amelia Tungka

Next Post

LPM Bahu Apresiasi Trisula Kepemimpinan Sulut, Emi Maturbongs, Herol Kaawoan dan Amelia Tungka

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ADVERTISEMENT

Alamat Kantor :

Jl. Politeknik, Kelurahan Kairagi II,
Kecamatan Mapanget, Kota Manado,
Sulawesi Utara

No. Telp :
(0431) 7246837 (Kantor)
0882022399555 (Mobile)

  • About Us
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In