CAHAYASIANG.ID, Minahasa Utara – Kasus menghebohkan terjadi di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Seorang pria yang berinisial JT (44) ditemukan tewas gantung diri di Polres Minahasa Utara (Minut), Rabu (03/05/23).

Sebelum ditemukan gantung diri JT sementara dalam proses pemeriksaan di Polres Minut terkait kasus kekerasan dan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur.
Menurut Kapolres Minahasa Utara, AKBP Bambang Yudi Wibowo peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 Wita, Rabu (03/05/2023) dan JT ditemukan telah tergantung diventilasi toilet Polres Minut.
“Awalnya JT ini merupakan terlapor kasus kekerasan dan persetubuhan anak dibawah umur pada 30 April 2023. Berdasarkan laporan itu JT diamankan untuk dimintai keterangan” ujar Kapolres Minut
Lanjutnya, sebelum kejadian JT yang sedang dimintai keterangannya terkait kasus ini meminta izin ke toilet, namun petugas curiga JT cukup lama dan tak keluar-keluar dari toilet.
“Penyidik ketok-ketok pintu toilet tapi tidak direspon. Akhirnya didobrak. Terlapor kemudian ditemukan sudah dalam posisi tergantung dengan menggunakan kaos yang dipakai yang dililitkan di ventilasi” terang Bambang
Saat itu juga pihaknya langsung membawa JT ke RS Prof Kandouw Malalayang untuk dilakukan autopsi.
“Autopsi dilakukan di RSUP Prof Kandouw, Kota Manado. Ini untuk menjaga netralitas dan hasilnya valid. Untuk detail akan dirilis setelah hasil autopsi ke luar. Pihak kami akan menyampaikan kepada wartawan” kata Bambang
Salah satu Ormas besar Waraney TTL pun angkat bicara terkait kejadian ini. Hal ini disampaikan oleh Chrisye Lengkong Sekretaris Jenderal Waraney Tanah Toar Lumimuut (WTTL). Ia mendukung dan mengapresiasi upaya penindakan setiap kasus, tetapi dirinya berharap pihak Kepolisian harus lebih ketat dalam melaksanakan SOP pemeriksaan kepada terduga pelaku.
“Kami mengapresiasi upaya penindakan hukum setiap kasus apapun yang dilakukan oleh pihak Kepolisian. Tetapi kami juga berharap kedepan pihak Kepolisian dalam hal ini penyidik lebih memperketat SOP pemeriksaan terhadap terduga pelaku agar hal-hal seperti yang terjadi di Polres Minut ini tidak terjadi lagi” harap Sekjen (*Ram)






