CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Saat menemui perwakilan pengurus baru International NGO Forum on Indonesian Development (INFID), Rabu (14/6/2023), di Gedung Bina Graha, Jakarta, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan akan apresiasi INFID yang menjadi organisasi kritis tapi didasari dengan data yang konkret.

“Sebaliknya, kita yang ada di kekuasaan juga tidak boleh menggunakan kewenangan semena-mena, harus tetap berpedoman pada prinsip HAM,” kata Panglima TNI 2013-2015 tersebut.
Ia kemudian menegaskan, komitmennya untuk memberikan dukungan penuh terhadap program-program pemajuan hak asasi manusia (HAM).
“Baik yang dilakukan oleh perseorangan maupun kelembagaan melalui organisasi masyarakat sipil di Indonesia,” sambung Dirinya.
Sementara itu, Moeldoko memberikan apresiasinya, terhadap kerja-kerja organisasi masyarakat yang terus membangun kesadaran terkait pentingnya HAM, salah satunya International NGO Forum on Indonesian Development (INFID).
Dia juga mengapresiasi, penyelenggaraan Festival HAM yang secara kolaboratif diselenggarakan oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM RI), INFID dan Kantor Staf Presiden (KSP).
“Saya senang program Festival HAM berjalan dengan baik. Yang lebih senang lagi, permintaan makin banyak dari daerah. Ini indikasi bahwa ada kesadaran yang kuat dari pemda, bahwa HAM menjadi salah satu instrumen dalam pembangunan daerahnya,” ujar dia.
MOELDOKO TEKANKAN PENTINGNYA PENGHORMATAN HAM KEPADA PRAJURIT
“Saya mengajarkan kepada para prajurit untuk bertempur dengan baik dan benar, yakni harus menghormati HAM. Kalau sedang melakukan serbuan, misalnya, tapi kita melihat anak kecil atau warga sipil non combatant, maka prajurit sudah terlatih untuk tidak asal menembak,” jelasnya.
Menurut Moeldoko, Indonesia mampu melakukan pergeseran dari sentralistik ke demokrasi dengan lancar, karena ada kesadaran kuat dari tentara nasionalnya dengan sukarela.
“Melepas semua struktur dan persoalan politik praktis terdahulu, memperbaiki doktrin, membenahi budaya. Oleh karenanya, TNI justru mengawal demokrasi dengan baik,” beber Moeldoko.
DIREKTUR EKSEKUTIF INFID: SAYA BERHARAP ADA PERHATIAN DARI PEMERINTAH
Direktur Eksekutif INFID, Iwan Misthohizzaman menuturkan, Dana Abadi untuk organisasi masyarakat sipil ini satu hal yang masih menjadi atensi banyak lembaga.
Sehingga, Ia menambahkan, CSO di Indonesia perlu dipikirkan daya hidupnya apalagi dengan situasi COVID-19 beberapa tahun terakhir.
“Ada pelemahan masif dan struktural sehingga daya kerja dan terjangkau butuh atensi, sehingga bisa menjadi wajar dan berimbang. Jadi saya berharap ada perhatian dari pemerintah,” harapnya.
Seperti diketahui, INFID memiliki anggota dan jaringan yang luas di Indonesia, dengan keanggotaan terdiri dari 76 organisasi masyarakat dan 2 anggota perorangan. (Dego*)






