CAHAYA SIANG.ID, MINUT – Adri Gideon Nelwan S.Ds(Sarjana Design) figur muda potensial yang berkeinginan mengabdi sebagai anggota legislatif Minut menjadi salah satu generasi muda Minut yang patut diperhitungkan dalam perhelatan Pemilihan Calon Legislatif DPRD Minut pada medio Pebruari 2024 mendatang.

Saat bincang santai di Cafe MOD Kamis, (27/04/2023) bersama sejumlah wartawan, dirinya memaparkan alasan kenapa bisa tertarik untuk mengabdi lewat jalur legislatif.
“Tanah Tonsea adalah tanah leluhur orang tua saya, olehnya saya terpanggil untuk berbuat sesuatu memajukan Minut. Dan itu bisa saya lakukan ketika saya duduk sebagai anggota dewan Minut,” tutur lulusan Universitas Multimedia Nusantara Serpong Tanggerang ini.
Memiliki ide dan gagasan penyetaraan pendidikan, anak sulung pasangan Paul Nelwan dan Atiiek Meichaty ini serius terpanggil untuk menciptakan generasi muda yang memiliki sumber daya manusia yang bisa diandalkan untuk bersaing.
“Generasi muda juga memiliki tanggung jawab untuk membangun daerah, olehnya kita harus memiliki sumber daya dari diri sendiri untuk mengelola sumber daya alam di Minut yang kaya dan sangat beragam,” tutur Andri yang menyukai olahraga dan membaca.
Lanjut dikatakannya, di era digital ini generasi muda harus melek digital agar bisa secara maksimal ikut membangun daerah.
“Melek digital bisa diraih dengan berbagai pelatihan yang harus dilaksanakan oleh pemerintah. Intinya pemerintah harus lebih memperhatikan generasi muda sebagai penerus pembangunan bangsa. Saya melihat di Minut perkembangan pembangunan begitu pesat, hal ini harus dibarengi dengan semangat generasi muda untuk meningkatkan potensi diri agar bisa ikut membangun daerah secara maksimal,” tukas Andri yang mengaku sudah dipinang oleh sejumlah partai politik namun masih menunggu waktu yang tepat.
Menurut Andry, dirinya besar bersama orang tua yang memiliki seabrek aktivitas sebagai pengusaha sukses sekaligus sebagai aktivisis sosial kemasyarakatan. Sejak kecil dirinya terpapar dengan semua aktifitas orang tua(papa) yang super sibuk.
“Saya hanya ingin meneruskan mimpi papa. Namun demikian, bersama anak muda Minut, saya juga ingin membangun visi saya sendiri, terutama di bidang pendidikan,” ujar pria lajang kelahiran tahun 1993 ini.
Diakhir pembicaraan, dirinya berpesan, “Anak muda jangan mau kalah dan harus bisa bersaing, karena pada saatnya nanti kita jugalah yang akan meneruskan pembangunan di negeri ini,” tutup aktivis BEM(Badan Eksekutif Mahasiswa) di masa kuliahnya. (Rubby)





