CAHAYA SIANG.ID, MINUT -Andhika Yahya Santiago Baramuli, LLB (Hons), MSc diyakini bisa merebut satu kursi di Dapil Minut-Bitung DPRD Provinsi Sulawesi Utara dari Partai Golkar Sulut yang diketuai oleh Christina Eugene Paruntu memasang namanya dalam line up 45 bakal calon legislatif(bacaleg) yang didaftarkan Golkar, Minggu, (14/05/2023) di KPU.
Andhika-pun menjadi ‘gaco’ untuk “diadu” dengan bacaleg lain baik dari partai lain maupun dari Golkar sendiri.
DPD Golkar memasang Andhika bukan tanpa alasan, selain sebagai kandidat Doktor Hukum Tata Negara di Universitas Kristen Jakarta., Andhika yang adalah kader muda Golkar juga sebagai Ketua AMPI Minut. Andhika diyakini mampu mengangkat suara rakyat di tingkatan DPRD Sulut.
Bukan tanpa alasan, cerdas, berwawasan, memiliki ide dan gagasan cemerlang. Menilik perjalanan pendidikan akademiknya, Andhika merupakan lulusan terbaik dari Bachelors of Law Aberyswyth University, Aberystwyth, Ceredigion, Inggris Raya, 2010-2013 dan Masters of Science in Management Imperial College London, Inggris 2014-2015. Hal ini membuat dirinya memiliki kredibilitas mumpuni yang layak diperhitungkan oleh pemilih.
Andhika yakin, bila dipercayakan, dirinya dapat berbuat sesuatu yang berguna bagi kemaslahatan orang banyak.

Saat bersua dan diwawancarai media Cahaya Siang.id Jumat, (12/05/2023). Andhika-pun mengungkapkan awal ketertarikannya menjadi anggota legislatif.
“Banyak hal yang belum diselesaikan oleh keluarga saya, baik ibu, eyang(kakek), eyang sepupu. Maksud mulia membangun bangsal ini harus diteruskan. Dan ini dapat dilakukan dengan menjadi anggota legislatif bila dipercaya rakyat,” ujar lelaki muda energik ini.
Sejak kecil, Andhika yang dibesar di lingkungan keluarga politisi dan pengusaha ini, telah dijejali dengan filosofi-filosofi yang membuat dirinya memiliki wawasan kenegaraan yang jarang ada pada orang lain. Ada dua hal yang menjadi motivasi dirinya meneruskan kiprah trah Baramuli.

Andhika-pun berkisah, saat usianya tujuh tahun, dirinya diberi hadiah kuda balap oleh kakeknya almarhum. A.A. Baramuli.
“Ingat Kuda Balap ini eyang berikan dengan harapan, kau bisa memaksimalkan potensi dan kemampuannya. Jangan terjadi kuda ini malah menjadi kambing,” ungkap Andhika mengutip pesan kakeknya.
Pengalaman yang juga tidak bisa dilupakan, yang juga memotivasi dirinya, saat dirinya menyaksikan kakeknya membuka barikade demo mahasiswa di tahun 1998. Menumpang mobil Volvo, kakeknya yang saat itu sebagai Ketua DPA(Dewan Pertimbangan Agung) dengan sengaja melewati ribuan mahasiswa, duduk di jendela mobil sambil berteriak ‘reformasi, reformasi, reformasi’.
“Ribuan mahasiswa yang saat itu terlihat beringas menghadapi blokade polisi spontan membuka barikade memberikan jalan sambil berkata, Baramuli, Baramuli, hingga kami bisa sampai di depan blokade polisi. Saat itu saya belum paham apa maksud Eyang sengaja lewat di kerumunan ribuan mahasiswa yang sedang demo. Tapi belakangan saya mengerti bahwa dalam situasi genting, kita tidak boleh panik, tetap tenang, namun mengikuti tuntutan rakyat yang perlu disuarakan untuk kepentingan yang lebih besar,. Perjuangan eyang seperti inilah yang harus saya teruskan,” cerita Andhika.
Saat ditanya isu sentral nasional, mantap, Andhika menyebutkan program pemerintah pusat melalui Perpres nomor 72 tahun 2021, terkait penanganan stunting yang dijabarkan sampai ke daerah-daerah haruslah disuport oleh semua elemen masyarakat. Alasannya hal ini untuk mencetak generasi emas yang sehat cerdas dan dapat diandalkan.
“Penanganan dan pencegahan stunting, merupakan pelayanan dasar masyarakat yang sangat penting dibiayai oleh pemerintah. Hal ini akan sangat berpengaruh pada kualitas SDM di Indonesia. Sebab pada 20 atau 30 tahun kedepan generasi sekaranglah yang akan menggantikan pemimpin-pemimpin di semua lini pemerintahan dan swasta,” tutur Andhika.
Sementara itu, dilain hal, diriya mengaku mendapat tawaran untuk mencoba menjadi anggota dewan di Provinsi Sulawesi Selatan tempat perusahan yang dipimpinnya membuka usaha pembelian jagung di delapan kabupaten. Tawaran ini ditampiknya, karena dirinya ingin mengabdi di negeri leluhurnya melanjutkan pekerjaan ibunya Aryanthi Baramuli Putri.
Andhika, lahir di Singapura, 16 oktober 1992. Selain...






