SUDUT PANDANG HUKUM, PEMERINTAHAN, DAN POLITIK HINGGA MOELDOKO IBARATKAN ROCKY GERUNG SEPERTI ROBOT
Seperti artikel dari portal berita daring Alinea ID yang menyebutkan bahwa Rocky Gerung merasa ada pihak-pihak yang menunggangi kasus dugaan ujaran penghinaan yang ia lakukan.
Pasalnya ujaran yang ia lemparkan merupakan sebuah kritik. Kasus ini, menjadi berlarut-larut karena ada yang “memancing di air keruh”.
Artikel lain yang bernada politis adalah laporan dari laman Gelora.co yang berisi wawancara dengan Loyalis Partai Demokrat besutan SBY-AHY, yakni Rachland Nashidik.
Pihaknya mendukung Rocky Gerung yang dinilai menghina presiden. Rachlan menjelaskan bahwa pada zaman SBY juga tak jarang terjadi dugaan penghinaan akan tetapi tidak pernah maju ke meja hijau.
Sudut pandang hukum dan pemerintahan memang masih cukup terasa dalam kasus ini. Seperti dalam artikel Majalah Tempo ketika Polda Metro Jaya yang akan menggandeng ahli bahasa untuk menyelidiki kasus ini.
Atau artikel Suara.com ketika KSP Moeldoko ikut berkomentar terhadap Rocky Gerung. Hanya saja mendekati Pemilu 2024, semua hal bisa menjadi isu politik.
(Analisis Netray/DYW)






