CAHAYSIANG.ID, Jakarta – Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar Luhut Binsar Pandjaitan menjawab pertanyaan, mengenai desakan munaslub Partai Golkar, karena dirinya menjadi salah satu sosok yang disebut anggota dewan pakar Ridwan Hisjam sebagai pengganti tepat Airlangga Hartarto, ketika diwawancarai Rossiana Silalahi, Kamis (20/7/23).

Rossiana Silalahi bertanya, Pak Luhut tiba-tiba Dewan Pakar Partai Golkar menyatakan perluanya adanya munaslub, menurut Pak Luhut apakah ide ini perlu dipertimbangkan?
“Saya ngak tahu ya, Mekanisme itu gimana? tapi memang saya sebenarnya sedih aja, Karena banyak teman-teman Golkar datang ke saya. Saya ngak pernah loe ngontak mereka?,” kata Luhut Binsar Pandjaitan menjawab, dikutip Jumat (21/7/23).
Peraih Bintang Adhi Makayasa tahun 1970 tersebut menambahkan, saya lihat mereka datang menceritakan masalahnya.
“Saya lihat survei, Saya lihat big data. Dari data yang kita lihat dari angka itu semua ngak bisa bohong? Dan big Data Kami menunjukan angkanya tidak membaik. Saya tidak mau Partai ini tambah jelek, bagaimanapun daya cukup lama menjadi anggota Partai Golkar. Menurut saya harus jernih melihat ini? Mau kemana Golkar ini? Golkar ini harus punya sikap, kalau kita tidak bisa calon presiden, calon wakil presiden, kan masih ada yang lain? Legislatif, legislatif kan menentukan sekali,” jabar Luhut Binsar Pandjaitan panjang lebar.
Selain itu, Selaku Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar, Dirinya mengatakan kita mestinya realistis.
“Mereka (Fungsionaris Partai Golkar) minta saya, bapak majulah sebagai ketua umum golkar gitu,” ungkap Luhut Binsar Pandjaitan.
Kemudian, Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar itupun secara terang benderang mengungkapkan, perihal andai dirinya menjadi Ketua Umum Partai Golkar.
“Kalau saya jadi ketua umum Golkar, Apakah saya mau jadi Calon Presiden, Wakil Presiden? Pasti tidak, mau jadi menteri? Pasti tidak, Jadi kalau saya jadi ketua umum Golkar misalnya. Saya mau perbaikin aja, karena saya suka memperbaikin,” urai Luhut Binsar Pandjaitan. (Dego)






