• Advertorial
  • Editorial
  • Opini
  • Wartawan Ba Carita
Sunday, 17 May 2026
  • Login
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
Cahaya Siang
Advertisement
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
cahayasiang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Sulut
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
  • Olahraga
  • Hiburan

Beranda » Aktivis Muda Sulut Desak Perda Wajib Vaksin Anjing, Rabies Masih Jadi Ancaman Nyata di Manado

Aktivis Muda Sulut Desak Perda Wajib Vaksin Anjing, Rabies Masih Jadi Ancaman Nyata di Manado

11/01/2026
in Manado
0
Share on FacebookShare on Twitter

 CAHAYASIANG.ID, Manado — Ancaman rabies di Kota Manado dan sejumlah wilayah Sulawesi Utara dinilai masih serius dan membutuhkan langkah kebijakan yang lebih tegas. Data kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) menunjukkan angka yang tinggi, dengan catatan ribuan kasus terjadi dalam beberapa tahun terakhir dan korban jiwa sempat dilaporkan. Kondisi ini mendorong desakan agar pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan imbauan, tetapi menghadirkan aturan yang mengikat demi melindungi masyarakat sekaligus menjaga kesehatan hewan peliharaan.

Warga Manado, Essy, menyebut vaksinasi rabies yang disertai suntikan anti parasit cacing, anti rontok bulu, dan vitamin terbukti membawa dampak nyata bagi kesehatan anjing. Ia mencontohkan anjing peliharaannya bernama Pupa yang sebelumnya mengalami kerontokan parah. “Waktu kami ambil bulan Juni, Pupa nyaris botak dan bakado. Setelah disuntik, hanya hitungan minggu bulunya mulai tumbuh, badannya lebih sehat, dan nafsu makannya bagus,” ujar Essy.

Hal senada disampaikan Lita, warga Manado lainnya, yang menilai vaksinasi membuat masyarakat lebih tenang saat beraktivitas. “Kalau torang jalan pagi atau sore dan ketemu anjing, torang nyanda tako-tako karena so tahu anjing itu aman. Yang bahaya kalau anjing galak dan belum divaksin, bisa gigit orang dan kena rabies. So banyak contoh kasus viral sampai ada yang meninggal,” katanya.

 Sementara itu, Mantri James, petugas vaksinasi hewan, menegaskan bahwa pemilik anjing memiliki tanggung jawab besar terhadap lingkungan sekitar. “Torang yang pelihara anjing harus lebih hati-hati, bukan cuma jaga hewan tapi juga jaga warga sekitar. Setiap anjing perlu divaksin rabies, disuntik anti rontok dan parasit cacing supaya anjing lebih sehat dan aman,” ujar Mantri James. Ia menambahkan, vaksinasi rutin membuat anjing lebih terawat dan menurunkan risiko penularan penyakit berbahaya.

Aktivis Muda Sulawesi Utara, Donny Liow, yang dikenal dengan panggilan Om Lole, menilai sudah saatnya pemerintah hadir melalui kebijakan yang lebih tegas dan berkelanjutan. “Saya mendesak pemerintah, baik wali kota, DPRD maupun gubernur, untuk mendorong Peraturan Daerah (Perda) wajib vaksinasi anjing. Ini bukan sekadar soal hewan, tapi soal keselamatan manusia dan tanggung jawab sosial,” tegas Om Lole. Ia menekankan bahwa Sulawesi Utara, termasuk Manado, merupakan daerah dengan populasi anjing peliharaan tinggi sehingga negara tidak boleh bersikap reaktif semata.

Om Lole juga mengingatkan bahwa Pemkot Manado sendiri telah mengeluarkan surat edaran kewaspadaan rabies dan mencatat ratusan hingga ribuan kasus GHPR dalam beberapa tahun terakhir, dengan korban jiwa pernah terjadi. Menurutnya, langkah promotif dan imbauan perlu ditingkatkan ke level regulasi agar setiap pemilik anjing wajib melakukan vaksinasi rutin. “Kalau anjing divaksin, justru lebih sehat, tidak liar, dan tidak membahayakan. Ini wujud kasih sayang sejati terhadap hewan peliharaan dan bentuk perlindungan nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

(RS*)

Post Views: 1,646
Bagikan ini :
Previous Post

Tansa – Tulap dan Tarantula Bagikan Bibit Rica Gratis Kepada Masyarakat

Next Post

INAKOR Dorong BPK Sulut Audit Proyek Strategis Sejalan Dengan Visi Gubernur Sulawesi Utara dan Asta Cita

Next Post

INAKOR Dorong BPK Sulut Audit Proyek Strategis Sejalan Dengan Visi Gubernur Sulawesi Utara dan Asta Cita

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ADVERTISEMENT

Alamat Kantor :

Jl. Politeknik, Kelurahan Kairagi II,
Kecamatan Mapanget, Kota Manado,
Sulawesi Utara

No. Telp :
(0431) 7246837 (Kantor)
0882022399555 (Mobile)

  • About Us
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In