
CAHAYASIANG.ID, MANADO – Aksi brutal yang diduga dilakukan seorang pria yang mengaku sebagai dokter Siloam Hospital viral di Kawasan Megamas, Manado. Insiden yang terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.30 WITA itu nyaris merenggut nyawa seorang sekuriti berinisial RM alias Risky.
Korban Risky menuturkan, kejadian bermula saat pelaku yang menyebut namanya William menabrak traffic cone dan rambu larangan di dalam kawasan Megamas.
“Dia menabrak fasilitas kawasan depan kantor Pemasaran. Waktu itu jam 02.00 mau jam 03.00 WITA. Saya buntuti, dan kami berpapasan di samping Cafe Mistic. Saya cegat dan secara sopan minta dia turunkan kaca,” ujar Risky, Sabtu (11/10) pagi di kediaman ayahnya.
Bukannya meminta maaf, pelaku justru bereaksi agresif.
“Tiba-tiba dia bilang ‘Oh saya tabrak aset ya?’ Kemudian dia mundurkan mobilnya lalu hendak menabrak saya. Saya lari dan dia mengejar dari belakang memakai mobil,” jelas Risky.
Aksi kejar-kejaran maut pun terjadi dari area Mistic hingga ke belakang Gacoan, depan Hotel Wish Prime Manado.
“Dari Mistic terus ke belakang Gacoan tinggal depan Hotel Wish Prime. Karena dia begitu bertekad menabrak, mobilnya secara brutal menabrak papan petunjuk lalu lintas. Saya terus melaju mencari rekan kerja karena hampir dia tabrak buta-buta dari belakang,” tuturnya.
Pengejaran baru berhenti setelah pelaku dicegat sejumlah sekuriti di depan pintu kawasan dekat Klenteng Megamas.
Di lokasi tersebut, pelaku yang mengenakan kaos bertuliskan Siloam dan dalam kondisi diduga mabuk berat justru melontarkan tantangan.
“Dalam kondisi mabuk berat dia bilang, kalian mau lapor ke Kapolres dan Kapolda ya. Saya ini adik Kapolda. Silahkan lapor,” tantang pelaku dengan nafas bau minuman keras, ditirukan Risky.
Menurut Risky, pelaku sempat berniat ganti rugi namun meminta surat resmi. Karena bagian admin sudah pulang, proses tidak berlanjut.
Tak lama berselang, kakak pelaku datang ke lokasi dan meminta maaf kepada pihak sekuriti.
“Menurut Leader kami, kakak pelaku datang dan minta-minta maaf ke sekuriti. Saya tidak tahu karena saya sudah kembali ke area penjagaan,” ujar Risky.
Mobil pelaku jenis Denza bertenaga listrik sempat ditinggalkan di depan kawasan Milenium Megamas.
Terpisah, ayah korban, Kamrin M, yang merupakan wartawan desk Polda Sulut, mendesak manajemen Megamas dan pihak kepolisian untuk memproses hukum pelaku.
“Ini tindakan biadap orang yang sesungguhnya harus menyelamatkan nyawa manusia. Dokter kan? Tolong manajemen proses hukum itu. Saya nggak pusing mau dia adik Kapolda kah, atau adik Presiden kah, namanya ada indikator membunuh harus proses hukum. Karena saya urus anak juga keluar duit besar. Kami rawat anak dengan kasih sayang, kok manusia dengan karakter seperti binatang liar seenak perut mau tabrak mati. Bangsat bukan?,” tegas Kamrin.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Siloam Hospital dan Polda Sulut belum memberikan keterangan resmi terkait identitas pelaku. (*JL)



