
CAHAYASIANG.ID, Manado – DPC PMKRI Cabang Manado Sanctus Thomas Aquinas memberikan pernyataan resmi terkait aksi massa di kantor DPRD Sulut, Senin (1/9/2025).
Ketua Presidium (Kapres), Mikhael Umboh menjelaskan, PMKRI Cabang Manado bergerak dalam aksi hari ini karena murni melihat situasi dan kondisi masyarakat yang menentang segala bentuk kesombongan para pejabat, serta lemahnya keberpihakan kepentingan kepada rakyat kecil.
Secara Gamblang, Dirinya menuturkan, Aksi yang dilakukan merupakan wujud penyampaian aspirasi secara damai, kritis dan konstitusional sesuai dengan amanat UUD 1945, serta UU Nomor 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.
“PMKRI Cabang Manado menegaskan bahwa seluruh gerakan organisasi ini, dilandaskan pada Asas PMKRI, yaitu dalam seluruh orientasi dan kegiatannya berasaskan Pancasila, dijiwai oleh Kekatolikan, disemangati oleh kemahasiswaan,” ujarnya.
“Anggota PMKRI Manado yang terlibat dalam aksi telah menjalankan demokrasi dengan tertib, disiplin, serta berada dibawah pengawasan langsung Pengurus Harian Cabang. Dengan demikian, setiap langkah dan sikap organisasi dapat dipertanggungjawabkan secara moral maupun organisiatoris,” jabarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal, Angelica Ngantung melanjutkan, Terkait kerusuhan yang sempat terjadi disekitar lokasi demonstrasi.
Ia dengan tegas menyatakan, PMKRI Cabang Manado tidak bertanggung jawab atas tindakan anarkis yang muncul diluar kendali, ataupun ada pihak mengatasnamakan PMKRI Cabang Manado untuk melakukan tindakan diluar koridor gerakan kami.
Sambung Wanita Cerdas tersebut, PMKRI Cabang Manado menolak segala bentuk provokasi, kekerasan, maupun tindakan yang mencederai semangat perjuangan mahasiswa sebagai penyambung lidah rakyat.
“Kami tetap berkomitmen dengan menjaga Marwah organisasi, mengedepankan Intelektualitas, dialog dan etika dalam gerakan sosial kemasyarakatan yang selalu berlandaskan pada tiga benang merah PMKRI, yakni Fraternitas, Kristianitas, dan intelektualitas,” pukasnya.
“PMKRI Cabang Manado menyerukan kepada seluruh elemen gerakan mahasiswa, aparat keamanan, serta masyarakat luas untuk bersama-sama menjaga ketertiban, mengedepankan semangat demokrasi, tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin menciptakan kegaduhan,” serunya. (Deon)





