
CAHAYASIANG.ID, MANADO — Teknologi Tepat Guna FUTURE yang dirancang untuk mendukung UMKM pengolah Cakalang Fufu di Sulawesi Utara (Sulut) mendapat apresiasi atas kualitas material yang digunakan. Hal ini disampaikan oleh akademisi Teknik Mesin Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Nico Pinangkaan, ST., MT., dalam Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Batu Nona Room, Hotel Sentral Minut, Kamis (27/11/2025).
Teknologi FUTURE merupakan bagian dari penelitian berdikari Polimdo yang dipimpin oleh Arifmanuel Kolondam, SE., MM., bersama para peneliti: Andreas Randy Wangarry, SE., MSA., Ak., CA., Selvy Kalele, SE., MSi., Ficky M. F. Purba, BBA., M.M., Oldy Labonan, dan Jane Hendriks.
Dalam pemaparannya, Nico menjelaskan secara terperinci komponen dan mesin yang dikembangkan, mulai dari oven, boiler, hingga mesin retort. Ia menyebut pembuatan seluruh perangkat tersebut dilakukan di lingkungan Jurusan Teknik Mesin Polimdo.
“Kebetulan mesin ini diproses di Teknik Mesin. Saya bersama Ketua Jurusan Teknik Mesin, Meidy P. Y. Kawulur, S.Si., berupaya menjawab tantangan dari tim peneliti Polimdo terkait kebutuhan alat-alat ini,” ujar Nico.
Ia menekankan bahwa timnya fokus memilih material terbaik demi ketahanan dan keamanan mesin.

“Ada banyak jenis material industri, termasuk material tahan karat. Kami menggunakan stainless steel karena tahan terhadap korosi, tetapi tetap perlu dirawat agar kualitasnya tetap terjaga,” jelasnya.
Nico turut memaparkan perbedaan tipe-tipe stainless steel seperti 201, 304, dan 316. Menurutnya, untuk kebutuhan pengolahan pangan, standar yang layak digunakan adalah stainless steel tipe 304.
“Tipe 201 umumnya digunakan untuk pagar atau pegangan. Untuk food grade, standar yang memenuhi adalah tipe 304 karena memiliki komposisi tambahan seperti krom dan nikel yang membuatnya lebih tahan korosi,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh peralatan dalam Teknologi Tepat Guna FUTURE menggunakan stainless steel 304, termasuk mesin retort yang memiliki tuntutan keselamatan tinggi.
“Pada alat-alat ini, kami menggunakan stainless steel 304 untuk memastikan mesin, terutama retort yang harus menahan tekanan minimal 15 ton, tetap aman dan kuat,” tegas Nico.
FGD ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa inovasi teknologi yang dikembangkan Polimdo tidak hanya fungsional, tetapi juga memenuhi standar kualitas demi keberlanjutan UMKM pengolah Cakalang Fufu di Sulawesi Utara.(*RS)






