CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Partai Golkar saat ini lagi diguncang sangat kencang dengan isu pergantian Airlangga Hartarto dari kursi Ketua Umum (Ketum).
Nama Menko Marves Jenderal (Horn) (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan mencuat ke Publik, karena dinilai memiliki peluang besar dan bisa dibilang kuat untuk menggantikan Airlangga Hartarto.
Anggota Dewan Pakar Golkar, Ridwan Hisjam menilai, sosok Luhut Binsar Pandjaitan bisa menjadi kandidat pengganti Airlangga Hartarto.
“Kalau saya lihat ada beberapa nama, di mana? Orang yang duduk di pemerintahan super hebat, siapa yang selevel oleh Pak Airlangga? Ya Luhut Binsar Pandjaitan, itu kalau mau dilihat yang super hebat,” kata Ridwan Hisjam, di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (12/7/23).

Sekarang, Harus diketahui bersama bahwa posisi Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan di DPP Partai Golkar adalah sebagai Ketua Dewan Penasehat.
REKAM JEJAK LUHUT BINSAR PANDJAITAN
Jenderal TNI (Horn) (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia Kabinet Kerja pada Juli 2016, kemudian dirinya dipilih kembali pada masa Kabinet Indonesia Maju pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.
Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Republik Indonesia, sejak 31 Desember 2014 hingga 2 September 2015.
Pada 12 Agustus 2015, ia ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno.
Dalam perombakan Kabinet Kerja Jilid II di 27 Juli 2016, ia diangkat menjadi Menteri Koordinator Kemaritiman menggantikan Rizal Ramli.
Saat 15 Agustus 2016, Presiden Joko Widodo mengambil langkah terkait polemik kepemilikan paspor Amerika Serikat (AS) oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar.
Sehingga Presiden memberhentikan Archandra secara terhormat dari Menteri ESDM dan menunjuk Luhut yang juga menjadi Menko Maritim untuk menjadi pejabat sementara (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). (Dego)






