
CAHAYASIANG.ID // Jakarta – Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) menggelar diskusi virtual bertemakan ‘Mendorong Terwujudnya Affirmative Action Calon Perempuan Pada Seleksi Penyelenggara Pemilu di Daerah. Rabu, (1/3/2023)
Diskusi dituntun oleh Moderator yang adalah Praktisi Kepemiluan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Samratulangi Ferry Daud Liando, dengan berbagai narasumber kompeten diberbagai bidang.
Sebut saja, Anggota DKPP RI Ibu Ida Budiarti, Eks Komisioner KPU RI itu mengatakan, Hukum itu bisa dilakukan sebagai rekayasa sosial dan tentu untuk hal positif.
“Penyelenggara Pemilu yang sekarang masih punya good will soal memperhatikan keterwakilan perempuan,” ujarnya.
Ida Budiarti menambahkan, Tetapi kalau masih ada Good Will nya.
Sementara itu, Wakil Direktur Puskapol UI, Mbak Hurriyah berkata, Realita keterwakilan perempuan adalah hal yang perlu diperhatikan betul.
“Saya melihat, peran masyarakat sipil melalui pemantauan seleksi penyelenggara pemilu. Kedua, yang tidak kalah penting dari perempuan itu sendiri,” tambahnya.
Hurriyah pun menegaskan, kemudian jika terpilih, mereka (Perempuan) harus menunjukan refleksi keterwakilannya.
“Jangan melupakan tanggung jawab moral, sebagai keterwakilan kaum perempuan,” tegasnya.
Sehingga, Pada Akhir diskusi Ketua Umum AIPI Alfitra Salamm pasa closing statement memberikan masukan, perempuan harus budayakan kemampuan leadership dan merubah perspektif negatif.
Alfitra Salam mendorong, bahwa pegiat perempuan di diskusi perlu memahami satu contoh, seperti Ketua DPR RI sekarat adalah Perempuan yaitu Ibu Puan Maharani.
“Baiknya, kedepan saya dorong lakukan audiensi bersama Ibu Puan. Karena secara kinerja, beliau baik adanya,” tutupnya. (*Dego)






