CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Anies Baswedan di berbagai release lembaga survei elektabilitasnya terus anjlok, lingkaran elite kader partai pengusungnya (Nasdem) terlibat korupsi 8,5 Triliun rupiah. Surya Paloh semakin ketakutan, dugaan tali temali skandal korupsinya bakal dibuka.
Pengurus DPP Partai Demokrat hasil KLB Demokrat, Saiful Huda Ems mengatakan, Partai Demokrat dan PKS sama-sama memaksa kadernya (AHY dan AHER) ingin dijadikan Cawapresnya Anies, jika saja Nasdem tetap ingin berkoalisi dengan mereka (Partai Demokrat dan PKS). Padahal bagi Surya Paloh, AHY dan AHER “tidak layak jual”.

“Kegalauan AHY yang tak kunjung dideklarasikan oleh Nasdem sebagai Cawapresnya Anies ini ditangkap oleh elite-elite politisi PDIP, maka AHY dikasih iming-iming jadi Cawapresnya Mas Ganjar Pranowo. Melalui Puan Maharani, nama AHY diumumkan masuk daftar yang kesekian sebagai nominasi Cawapresnya Mas Ganjar Pranowo,” ucapnya, Selasa (13/6/2023).
Ia menambahkan, SBY dan AHY gembira mendengarnya, seperti anak SD yang baru lulus dan diterima, di sekolah SMP Negeri. Hatinya berbunga-bunga sampai mengubur suara Denny Indrayana, yang terus berkoar-koar menyerang Pemerintahan Jokowi dari Australia.
“Padahal jika saja SBY dan AHY jeli, AHY sebenarnya sedang dipermalukan oleh PDI Perjuangan. Masak iya, sekelas Ketua Umum Partai Demokrat (AHY) kok hanya disambut oleh Wakil Ketua Umum PDI Perjuangan (Puan Maharani)? mestinya kan Ketum ditemui oleh Ketum juga? Inilah strategi hebatnya PDI Perjuangan,” analisisnya.
BERKHAYAL JADI CAWAPRES, AHY HANYA DI PHP MEREKA SEMUA
Saiful Huda Ems menjelaskan, Dimana pada akhirnya, Partai Demokratnya AHY memutus hubungannya dengan Nasdem, lalu merapat ke PDI Perjuangan, atau nantinya ke Gerindra. Setelah AHY berkhayal dijadikan Cawapresnya Mas Ganjar atau Pak Prabowo, yang ternyata AHY hanya di PHP in mereka semua saja.
“Bagaimana dengan Anies Baswedan? Anies Baswedan selain akan kekurangan dukungan dari partai-partai pengusungnya, juga akan kehilangan bohir-bohirnya kecuali Jusuf Kalla. Disebut kekurangan dukungan partai, karena Nasdem sampai kini tidak juga dapat memutuskan, partai politik mana yang sudah bergabung dengannya,” lanjutnya.
Dia menuturkan, Kalau PDI Perjuangan bersama Capres Ganjar Pranowo sudah jelas partai-partai pendukungnya, bahkan setelah PPP, PAN dan Perindo juga menyatakan dukungannya ke Capres Ganjar, dan menyatakan kemauan kerja samanya dengan PDI Perjuangan.
“Anies Baswedan terancam hilang dari peredaran bursa Capres 2024, dan itu bukan karena nama Anies telah berusaha dihilangkan oleh Presiden Jokowi dan PDI Perjuangan, melainkan karena kecerobohan Anies, Surya Paloh dan Nasdem beserta koalisi jadi-jadiannya sendiri. AHY yang sangat kekanak-kanakan, pokoknya ingin dijadikan Capres/Cawapres oleh Peponya (Sby) sendiri, ternyata masih belum cukup umur dan dewasa dalam politiknya, maka AHY tak layak dijual,” timpalnya.
AHY NGAMBEK DAN KADER-KADER NASDEM MULAI MARAH

Loyalis Moeldoko pun menganalogikan, AHY pun mulai ngambek dan melalui Andi Arief, Partai Demokrat mengancam Nasdem agar segera mendeklarasikan Cawapresnya, kalau tidak maka Partai Demokrat akan berpikir ulang untuk mendukung Anies.
“Nasdem marah, kader-kadernya mulai marah karena merasa terus ditekan oleh gerombolan Cikeas, mereka ramai-ramai menyemprot Partai Demokratnya AHY. Panggung politik tinggal menyisahkan Capres Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto,” prediksinya. (Dego*)






