
CAHAYASIANG.ID, Sangihe – Acara Pedang Pora di Polres Kepulauan Sangihe pada Minggu (14/07/24) menjadi momen haru saat pelepasan Kapolres Dhana Ananda Syahputra. Tradisi di Kepolisian yang dikenal dengan Payung dan Pedang Pora ini merupakan salah satu cara internal Kepolisian untuk menyambut dan melepas Kapolres lama dan baru. Upacara tersebut dihadiri oleh jajaran kepolisian bersama Bhayangkari Polres Sangihe yang turut merasakan kesedihan bercampur bangga.
Kapolres Dhana, yang telah menjabat selama beberapa tahun, dikenal sebagai sosok yang berdedikasi dan dekat dengan masyarakat. Dalam sambutannya, Dhana menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh anggota Polres Sangihe dan masyarakat yang telah mendukung selama masa jabatannya juga memohon maaf bila ada salah dalam tutur kata serta tindakan yang pernah di lakukannya. Ia juga mengungkapkan harapannya agar Kapolres yang baru dapat melanjutkan tugas dengan baik dan menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah Sangihe.

Suasana haru semakin terasa ketika Kapolres Dhana melakukan salam perpisahan dengan para anggotanya. Dengan mata berkaca-kaca, mereka saling berpelukan dan mengucapkan selamat jalan.
Hal ini juga berlaku saat Ny. Nita Dhana bersalaman dengan Ibu-ibu Bhayangkari, dan juga beberapa Polwan Suasana terasa lebih haru, ada pelukan dan linangan air mata. Sebab selama kurang lebih dua tahun telah terbina hubungan yang akrab bersama mereka, kini harus berpisah demi tugas.

Tradisi Payung dan Pedang Pora menjadi simbol penghormatan terakhir bagi Dhana sebelum meninggalkan Polres Sangihe. Upacara ini menggambarkan rasa hormat yang tinggi kepada Kapolres yang telah mengabdikan diri untuk masyarakat.
Meskipun suasana penuh haru, mereka juga menyambut kedatangan Kapolres yang baru dengan penuh harapan dan semangat untuk melanjutkan tugas menjaga keamanan dan ketertiban di Kepulauan Sangihe. (*Anto)






