
CAHAYASIANG.ID, SULUT – Preisy Velisa Rumengan, salah satu pengusaha kuliner di kecamatan Tareran terlihat bahagia ketika dikunjungi oleh beberapa akademisi dan mahasiswa dari Politeknik Negeri Manado (Polimdo), khususnya program studi (Prodi) Manajemen Pemasaran Jurusan Administrasi Bisnis, Minahasa Selatan, Jumat (7/06/2024).
Luckyichen Yummy merupakan nama usaha yang dibangun oleh Preisy Velisa Rumengan bersama suaminya, selama ini. Dengan menampilkan berbagai produk, seperti batagor, burger, ramen, hotdog, roti bakar, mie caplok, minuman dingin dan panas.
produk tersebut rupanya menarik perhatian dari akademisi dan mahasiswa Polimdo, untuk menjadi bagian dari pengabdian pada masyarakat. Maka dari itu, kedatangan mereka disambut baik Preisy bersama suaminya. Bahkan keduanya berharap, kehadiran Polimdo bisa membawa berkah dan usaha mereka ini bisa dikenal oleh banyak kalangan.
“Hari ini, saya sangat senang dengan kedatangan dari pihak Polimdo, karena tujuan mereka itu baik. Mereka ingin membantu usaha kami ini untuk lebih dikenal dan booming di sosial media,” ungkap Preisy.
Sekalipun hanya berjualan di Kampung, tambah Preisy, jika ke depannya banyak yang tertarik dengan produk dari Luckyichen Yummy, maka akan dibuka cabang lagi, mungkin bisa di Ibu kota Sulawesi Utara, yakni Kota Manado.
Arief P. Kumaat,SE,MM, salah satu akademisi dari Jurusan Administrasi Bisnis Polimdo menyebut kunjungan mereka ke salah satu UMKM (Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah). Tujuannya adalah, untuk menerapkan fitur ADS pada media sosial untuk meningkatkan Attention – Interest – Desire – Action (AIDA) konsumen.
“Ketika penerapan fitur ADS ini dilakukan, maka akan menarik simpati konsumen hingga tertarik untuk membeli produk yang dipasarkan, semua harus didorong dengan strategi pemasaran,” ujar Arief yang didampingi rekannya, yakni Melky K. E Paendong,SE.,MBA, Precylia R. Rambing, SE.,MM dan Friska J. Papia, SE,MM. Dan dibantu, oleh 2 mahasiswa yaitu Alexander Korengkeng dan
Nathania Tairas.
Bukan itu saja, hadir juga akademisi lainnya, seperti Arifmanuel Kolondam, SE, MM, Edryl Ponggohong, SST, MSi, Kevin Pangemanan, SE, MM dan Irvans Tiwatu, SST, MSi. Mereka terlihat, memberikan masukan dari setiap produk dan cara pengambilan gambar yang baik dan benar.
“Salah satu strategi pemasaran yaitu fitur ADS atau iklan di sosial media. Dan yang terpenting dari hal itu adalah pengambilan gambar visualnya harus baik. Dan hari ini, kami akan membantu menampilkan produk dari salah satu UMKM yang ada di Kecamatan Tareran ini, semoga hasilnya baik dan banyak diminati oleh konsumen,”terangnya.
Menurut Arief, Kenapa tambilannya harus baik dan menarik, karena itu bagian dari strategi. Tampilan produknya bagus, kemudian ditambah dengan fitur berbayar yang dapat menjangkau banyak orang. Jika mereka merasa tertarik, maka terjadi dorongan bagi setiap orang untuk berbelanja dan di situ akan terjadi peningkatan pembelian. (*FL)






