
CAHAYASIANG.ID, MANADO — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi memulai rangkaian pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 untuk jenjang SMA/SMK dan MA, dan sederajat yang terbagi ke dalam beberapa gelombang pelaksanaan.
TKA 2026 dirancang sebagai instrumen pengukuran capaian akademik murid secara objektif, kredibel, dan komprehensif di akhir masa studi tingkat menengah. Berbeda dengan ujian penentu kelulusan tunggal, hasil TKA berfungsi sebagai data penguat mutu pendidikan, peta kompetensi siswa, serta dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam seleksi penerimaan pendidikan lanjutan ke jenjang perguruan tinggi.
Penyelenggaraan TKA tahun ini diikuti oleh jutaan peserta didik dari berbagai wilayah di Indonesia dengan menggunakan sistem berbasis komputer termasuk SMA Negeri 9 Manado. Pantauan Media CAHAYASIANG.ID Pelaksanaan hari kedua TKA kali ini di ikuti oleh 719 siswa-siswi termasuk 16 titipan luar daerah yaitu 15 orang dari Gorontalo dan 1 orang dari Manokwari Papua, dan di bagi dalam 2 gelombang dalam sehari yang menggunakan 5 Ruangan Lab Komputer.
Sementara itu kepala sekolah SMA Negeri 9 Manado Hendra Jonna Massie, S.Pd., M.M., ketika ditemui media ini dalam salah-salah pemantauan pelaksanaan di ruangan-ruangan menuturkan bahwa SMA Negeri 9 Manado sangat siap dengan pelaksanaan tahun ini.
“Tentunya ini merupakan agenda wajib yang harus di ikuti oleh sekolah terlebih khusus para siswa-siswi, dan sekolah wajib mempersiapkan segala sesuatu yang di butuhkan baik sarana prasarana maupun kesiapan siswa sendiri. Dan sampai pelaksanaan hari kedua ini puji Tuhan kami belum menemukan kendala yang berarti hingga mengganggu jalannya TKA kali ini,” tuturnya
“Untuk mengantisipasi kendala teknis maupun situasi darurat, pihak sekolah selalu melakukan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk orang tua dan wakil siswa untuk dapat mempersiapkan putra dan putri mereka sehingga dapat mengikuti TKA dengan lancar sebab ini memerlukan peran aktif dari orang tua dan wakil siswa sendiri,” tegasnya
Massie juga menambahkan bahwa saat ini juga SMA Negeri 9 Manado membantu melayani siswa-siswi titipan dari luar daerah.
“Tahun ini juga kami membantu memfasilitasi siswa-siswi yang berasal dari luar daerah sebanyak 16 orang yaitu 15 orang dari Gorontalo dan 1 orang dari Manokwari Papua sebab sedang mengikuti Pendidikan Sistem Ganda (PSG) atau yang lebih di familiar dengan Praktek Kerja Lapangan di Manado sehingga kesulitan untuk kembali ke sekolah asal untuk megikuti TKA ini segingga lewat koordinasi yang baik kami pihak sekolah membantu memfasilitasi mereka agar mereka bisa mengikutinya dengan lancar,” tambahnya
Melalui pelaksanaan TKA 2026 ini, pemerintah berharap standar kualitas kelulusan antar wilayah dapat dipetakan dengan lebih adil, transparan, dan terstandarisasi secara nasional guna mendukung masa depan generasi muda Indonesia yang lebih kompetitif.
*(Ezra.T)


