CAHAYASIANG.ID, Tomohon – Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) berupa kolam ikan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Manado diresmikan. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembinaan berbasis keterampilan produktif, Selasa (24/2/2026).
Peresmian dilakukan secara langsung oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Utara (Kanwil Ditjenpas Sulut) yang diwakili Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Zulkarnain, bersama Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Yulius Paath. Terkait program ini, Kanwil Ditjenpas Sulut memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan program pembinaan di lingkungan pemasyarakatan, khususnya di Lapas Perempuan Manado.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penebaran sebanyak 1.000 bibit ikan ke dalam kolam sebagai tahap awal budidaya perikanan. Program ini bertujuan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang dapat menjadi peluang usaha setelah mereka kembali ke masyarakat.
Acara peresmian turut dihadiri sejumlah tamu undangan dari berbagai instansi, antara lain, Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Tomohon, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tondano, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bitung, Wali Kota Tomohon yang diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Tomohon, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Tomohon.
Kepala Lapas Perempuan Manado, Enggelina Hukubun menyampaikan bahwa keberadaan SAE kolam ikan ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan kemandirian, tetapi juga sebagai media edukasi dan pembentukan karakter. Melalui kegiatan budidaya ikan, warga binaan dilatih untuk disiplin, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dalam tim.
Dengan diresmikannya Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) kolam ikan ini, diharapkan program pembinaan di Lapas Perempuan Manado semakin produktif, inovatif, dan memberikan dampak positif bagi proses reintegrasi sosial warga binaan. (*/ak)






